Raskin Bau dan Berkutu di Barru, Pemerintah Daerah Salahkan Tim Desa

Raskin di Kabupaten Barru berulat dan berkutu tak layak komsumsi. | POJOKSULSEL - HAERUL AMRAN

Raskin di Kabupaten Barru berulat dan berkutu tak layak komsumsi. | POJOKSULSEL - HAERUL AMRAN

POJOKSULSEL.com, BARRU – ‎Pemerintah Kaupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel) merespon temuan warga menyangkut beras untuk masyarakat miskin (raskin) yang berkutu da‎n bau.

‎Kabag Ekonomi Pemkab Barru Jon Rantepadang malah menyalahkan tim desa yang kurang teliti.

Menurut dia, beras rusak yang ditemukan warga RT2/RW1 Desa Bojo baru-baru ini kemungkinan tidak dicek oleh tim desa.

“Harusnya tim desa ini mengecek dulu sebelum rastra itu sebelum tersalurkan ke penerima manfaat,”kata Jon, usai dihubungi via sellulernya, Senin (25/9/2017).

Dia menjelaskan, sebelum rastra tersalur ke kelompok warga, pihak Bulog memberikan ruang kepada tim yang ada di desa setempat agar mengecek langsung dari sisi kualitas dan kuantitas beras.

“Sebelum tim membagi ke kelompok penerima manfaat dilakukan pemeriksaan lebih awal. Kalau menurut timnya tidak layak ya berasnya diganti,”jelasnya.

Dia mengaku, tak jarang pihaknya turun memonitoring ke kelompok penerima untuk mengetahui kondisi beras yang tersalur. Kondisi serupa, lanjut dia, sudah dua kali terjadi di kota berjuluk kota Hibrida tersebut.

“Jadi, kami minta tim desa ini mengecek seluruh beras sebelum terdistribusi, jangan hanya mengambil sampelnya saja,”ungkapnya.

Sebelumnya, pihak Bulog membantah telah mendistribusikan beras rastra yang tidak layak. Namun berdasarkan fakta, warga menemukan beras yang bau dan berkutu.

“Kalau pun ada demikian kita berikan kesempatan kepada pihak desa atau kelurahan untuk melaporkan ke kami, kami akan ganti dalam waktu dua kali 24 jam,”kata Asmal selaku Kepala Sub Divre Bulog Parepare.

(haerul amran/pojoksulsel)



loading...

Feeds