Bagaimana Pandangan Islam Soal Lelang Keperawanan di Nikahsirri.com? Baca Ini

screenshot nikahsirri.com

screenshot nikahsirri.com

POJOKSULSEL.com – Kehadiran situs Nikahsiri.com yang menawarkan lelang keperawanan, terus mendapat kecaman keras. Program tersebut dinilai melanggar hukum Islam. Hal itu disampaikan Ketua Laajnah Falakiyah dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ghazali Masruri.

“Menurut Islam, tujuan orang nikah bukan untuk menyimpang. Dan oleh pemerintah itu juga sudah jelas diatur dalam UU. Jadi kalau ada lelang itu konotasinya sudah jual diri,” ujar kepada INDOPOS (Jawa Pos Group), Minggu (24/9).

Dia menegaskan, nikah sudah diatur dalam UU Nomor 1/1974 Tentang Perkawinan dan secara hukum Islam pun pernikahan bertujuan untuk kemaslahatan dan kesejahteraan keluarga. Tidak ada unsur paksaan dan kebendaan. “Jangankan lelang keperawanan, perkawinan karena paksaan dalam Islam tidak boleh. Lelang tidak diatur dalam hukum fiqih Islam,” jelas kiai NU ini.

Masruri menerangkan, lelang itu berada dalam wilayah transaksi yang bersifat benda dan harus dibuktikan. Lebih pada hukum muamalat, bukan hukum keluarga. “Apakah keperawanan harus dibuktikan? Apakah barang baru atau tidak? Dan apa mau dicoba! Dalam Islam itu tidak ada,” tegasnya.

Dalam Islam, lanjut Masruri, sebuah perkawinan didasarkan pada kondisi keduanya ada kesetaraan, kedua-duanya saling menutupi kekurangan masing-masing. Selain itu, juga harus ada wali dan tidak boleh dipaksakan.

Dalam Tamsil Alquran sendiri telah dijelaskan secara indah dan luar biasa. Bagaimana pakaian digunakan untuk menjaga kesehatan dan untuk menjaga dari hal-hal yang berkaitan dengan pelecehan seksual dan mengandung nilai-nilai kerohanian.

“Ini soal asusila. Orang yang akan menikah harus sehat, didampingi dan bisa saling menasehati,” kata dia.

Hal yang sama diungkapkan Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa’adi. Dia menegaskan, lelang dalam pernikahan adalah bentuk merosotnya moral bangsa. Hal itu jelas tidak sesuai dengan prinsip-prinsip pernikahan dalam Islam.

Menurut dia, tujuan pernikahan dalam ajaran Islam adalah membangun sebuah rumah tangga dan mengangkat harkat dan derajat manusia. “Jadi bukan hanya untuk memenuhi hawa nafsu saja,” tegasnya.

Masyarakat, kata Zainut, perlu waspada dan berhati-hati apabila ada ajakan atau tawaran serupa seperti situs nikahsiri.com. Karena itu sangat merendahkan nilai-nilai kemanusiaan. “Nikah tidak hanya memenuhi syarat dan rukun saja, tapi ada tujuan-tujuan yang mulia,” ujarnya.

(yuz/jpg/JPC/pojoksulsel)



loading...

Feeds