Klub Liga 2 Indonesia Tagih Pendapatan Hak Siar

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSULSEL.com – Siaran langsung televisi berpotensi mengurangi minat suporter datang di stadion. Karena itu, kontestan Liga 2 menuntut pembagian hak siar televisi. Namun, klub harus siap-siap gigit jari.

’’Klub Liga 2 tidak mendapat pembagian dari pendapatan hak siar. Sebab, semua sudah masuk ke subsidi yang kami berikan,’’ kata Tigorshalom Boboy, chief operating officer PT LIB (Liga Indonesia Baru). Hak siar TV hanya diberikan kepada klub Liga 1.

General Manager PSIS Semarang Yoyok Sukawi menentang hal itu. ’’Tampaknya ada yang salah dengan omongan Pak Tigor. Kami tetap akan mendapat hasil dari hak siar. Itu akan dibagikan di akhir kompetisi,’’ katanya.

Anggota Executive Committee (Exco) PSSI itu mengatakan, klub-klub besar Liga 2 akan berontak bila tidak mendapat pembagian hak siar. Sebab, penjualan tiket mereka menurun karena siaran langsung. ’’Kalau kami tidak mendapat apa apa, berati rugi besar dong. Kami akan melawan,’’ tegasnya.

Saat mengikuti kompetisi Divisi Utama 2014, PSIS mendapat Rp 50 juta untuk setiap pertandingan yang live. ’’Ingat, itu kompetisi 2014. Pertandingan kami sudah dihargai sebesar itu. Lha, masak di kompetisi 2017 bukannya bertambah, malah menurun,’’ kata Yoyok.

(ben/c4/ca/jpnn/pojoksulsel)



loading...

Feeds

gempa aceh, jumlah gempa di indonesia selama 2016, gempa di indonesia selama 2016, gempa indonesia

Gempa Guncang Mamuju Tengah Sulbar

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Gempa tektonik berkekuatan 4,9 skala richter (SR) mengguncang Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) pukul …