Ketua DPRD Parepare:‎ Perbedaan Pendapat Adalah Dinamika, Bukan Ketegangan

Ketua DP‎RD Parepare Ir Kaharuddin Kadir

Ketua DP‎RD Parepare Ir Kaharuddin Kadir

KETUA DPRD Parepare Ir Kaharuddin Kadir menanggapi perbedaan pendapat antara Walikota Parepare Taufan Pawe dengan anggota DPRD Topan Armas, di tengah rapat paripurna penyerahan KUA-PPAS yang berlangsung kemarin.

Dalam rapat itu, keduanya sempat adu argumen, Topan Armas, tiba-tiba mengintrupsi ditengah Walikota Parepare diberi kesempatan menjelaskan tentang pokok persoalan menyangkut PP-18, dan prinsip eksekutif menuju pembahasan APBD-Perubahan.

Peristiwa itu pun sempat menjadi perhatian seluruh anggota dewan dan pihak eksekutif yang hadir.

Menurut Kaharuddin, kejadian itu adalah hal yang biasa terjadi dalam sebuah agenda rapat paripurna.

“Itu dinamika dalam sebuah rapat paripurna,” ucap Ketua Harian DPD II Partai Golkar, Rabu (20/9/2017), melalui via sellulernya.

Kaharuddin mengungkapkan, peristiwa ditengah rapat yang dipimpinnya itu, banyak‎ ditanggapi negatif oleh kalangan warga internet (warganet) melalui percakapan dari unggahan sebuah video.

Menyangkut hal itu, kata Kahariddin, keliru jika ada orang yang menilai peristiwa tersebut sebagai sebuah aksi persitegangan keduanya, karena akhirnya rapat tetap dilanjutkan‎.

Dia menegaskan, intrupsi dalam forum itu adalah adu pendapat yang tidak ketemu, ada perbedaan pandangan, dan masih dalam tataran etika dalam sebuah rapat paripurna. Namun pada akhirnya ditemukan solusi.

“Kalau kita melihat secara utuh pasti kita bisa menyimpulkan bahwa tidak ada yang bersitegang. Masih berjalan dalam tataran etika paripurna,” kata dia.

Bahkan setelah rapat digelar keduanya, kata Kaharuddin, saling bersalaman hinga suasana makin cair. Hubungan antara legislatif dan eksekutif makin harmonis, tidak ada perdebatan.

“Kita liat sendiri kan, keduanya saling bersalaman dan bercanda setelah rapat itu, bahkan kami lanjutkan dengan makan siang bersama,” ungkap legislator Partai Golkar ini.

Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemkot Parepare Amarun Agung Hamka berpendapat, tidak ada persoalan antara eksekutif dan legislatif.

Pemerintah atau eksekutif, kata Hamka, kini terus berupaya menjaga hubungan baik dengan lembaga wakil rakyat tersebut.

“Kita tetap menjaga hubungan baik ini dengan DPRD. Kita memahami ketika itu terjadi perbedaan pandangan, namun bukan berarti tanpa solusi,” katanya.

Pemerintah Kota Parepare, kata dia, juga berharap lembaga DPRD tetap sejalan dengan pihaknya agar program-program pemerintah yang berorientasi kepada kepentingan rakyat dapat terwujud, dan dirasakan manfaatnya.

“Karenan tanpa dukungan seluruh pihak terutama DPRD, program pemerintah kota untuk mensejahtrakan rakyat sulit terwujud,” ungkap Hamka. ‎

(sps/dprdpare/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Anies Baswedan

Anies Baswedan Incar Pilpres 2019?

POJOKSULSEL.com – Pelantikan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta bukan hanya menjadi pemberitaan di media lokal, bahkan media internasional. Salah …