Berita Hoax YLBHI Jakarta Ancam Kebebasan Berekspresi

Para aktivis Sulsel ini mengutuk penyerangan dan perusakan Geding YLBHI Jakarta. Hal ini disampaikan saat menggelar konferensi pers di Kantor LBH Makassar, Selasa (19/9/2017) siang

Para aktivis Sulsel ini mengutuk penyerangan dan perusakan Geding YLBHI Jakarta. Hal ini disampaikan saat menggelar konferensi pers di Kantor LBH Makassar, Selasa (19/9/2017) siang

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Kasus penyerangan Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jakarta menyita perhatian banyak aktivis di Indonesia.

Termasuk perhatian serius dari Solidaritas Masyarakat Sipil Sulsel untuk Demokrasi. Dalam komunitas ini telah tergabung 51 lembaga swadaya masyarakat, 13 alumni LBH Makassar dan 13 perwakilan individu.

 

Para aktivis Sulsel ini mengutuk penyerangan dan perusakan Geding YLBHI Jakarta. Hal ini disampaikan saat menggelar konferensi pers di Kantor LBH Makassar, Selasa (19/9/2017) siang

Wakil Direktur Anti Corruption Committe (ACC) Sulawesi Kadir Wokanubun mengatakan poin dalam konferensi pers para aktivis Sulsel adalah penindakan tegas penyebaran berita hoax terkait YLBHI – LBH.

“Ini adalah ancaman serius dalam kebebasan berekspresi. Dan saya pikir polisi memeriksa Kivlan Zen,” kata Kadir Wokanubun.

Lebih jauh Kadir Wokanubun mengatakan, penyebaran berita hoax tentang YLBHI – LBH harus ditangani secara serius oleh pihak kepolosian. Sehingga hal ini tidak menimbulkan propaganda di kalangan masyarakat.

Apalagi, sejumlah pihak sudah secara terang-terangan menyampaikan ke publik terkait rencana pembubaran LBH. Seperti pernyataan Mantan Kepala Staf Kostrad, Mayor Jenderal (purn) Kivlan Zen.

Kadir Wokanubun mengatakan, ucapan Kivlan Zen merupakan ancaman besar dalam kebebasan berekspresi. Sebab, pernyataan itu dinilai dapat mempropaganda publik.

Karena itu, Kadir meminta agar Kivlan Zen diperiksa terkait pernyataannya tersebut kepada publik.

Sariah, salah satu komunitas Aspek Lima mengatakan, apabila YLBHI – LBH dibubarkan akan berdampak serius kepada para korban yang selama ini didampingi oleh YLBHI – LBH.

Menurutnya, Wacana sekelompok orang untuk membubarkan YLBHI – LBH, bukanlah persoalan kecil. Sebab, hal ini menyangkut kelangsungan dampingan para korban ynh didampinginya.

“Apabila LBH dibubrakan maka dampingan LBH yang akan merasa tersiksa. Kita tidak pernah ke aparat terapi lari ke LBH,” ujar Sariah.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds