Ayo Kenali Ciri Pelaku dan Korban Bullying

Siswi SMP dibully dan dipaksa cium kaki temannya

Siswi SMP dibully dan dipaksa cium kaki temannya

ADA beberapa tanda korban bullying. Tanda-tanda ini wajib diwaspadai orang tua. Kenali dan segera ambil langkah penyelesaian agar tidak berlarut-larut. Tidak hanya korban, ada juga bbeerapa tanda pelaku bullying. 

Perubahan Emosi Waspada jika anak yang biasanya ceria dan punya banyak teman tiba-tiba berubah. Jadi pendiam, tertutup, dan murung. Bunda dan ayah mungkin menganggap dia sedang galau, tapi itu harus digali.

 

Menghindari Kerumunan Anak mulai enggan pergi atau diajak ke tempat-tempat yang ramai. Sebab, dalam ingatannya, dia merasa trauma karena terjebak di kerumunan pelaku bullying.

Perubahan Fisik Pakaian sering robek atau kotor, ada lebam atau memar di badan, dan barang-barangnya sering hilang. Ketika ditanya, jawabannya tak jelas. Jika demikian, jelas ada sesuatu yang disembunyikan. Entah sudah menjadi korban bullying atau baru diancam sehingga tidak berani bercerita.

Mogok Sekolah Anak usia SMP umumnya bersemangat ke sekolah dan bertemu teman-temannya. Tentu aneh jika anak tiba-tiba enggan. Tapi, faktor ini perlu didukung faktor yang lain.

Keluhan Fisik Misalnya, sakit perut, mual, dan pusing. Itu merupakan efek dari tekanan psikologis.

Berganti Teman Tiba-tiba ganti anggota geng dan teman dekat. Bisa jadi karena di-bully teman di kelompok yang lama, atau dipaksa masuk ke geng baru yang mungkin membuatnya tidak nyaman. Semua perlu ditelusuri.

Selain korban, ini tanda-tanda pelaku bullying. 

Susah Dikendalikan Pelaku bullying cenderung tidak punya aturan dan tak mengenal rasa takut. Dia cenderung dominan di antara teman-temannya.

Menurun dari Orang Tua Karakteristik pelaku dibentuk dari orang tua dan lingkungannya. Misalnya, orang tua yang terbiasa berbicara keras di rumah bisa memicu anak untuk melakukan kekerasan verbal kepada teman.

Tidak Pede Sebetulnya, pelaku bullying adalah anak yang kurang percaya diri. Namun, dia tidak ingin terlihat lemah. Karena itu, dia melakukan kekerasan untuk mendapat pengakuan dari teman-temannya. Dia juga tidak pernah mendapat apresiasi atas semua capaiannya.

(fam/adn/c16/na)



loading...

Feeds