Jadi Tersangka, Zulkifli Gani Ottoh Ulas Sejarah Gedung PWI Sulsel

Zulkifli Gani Ottoh. Foto: PWI Sulsel

Zulkifli Gani Ottoh. Foto: PWI Sulsel

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan (Sulsel) Zulkifli Gani Ottoh membeberkan sejarah Gedung PWI Sulsel di Kota Makassar.

Dalam penjelasan Zugito, sapaan akrab Zulkifli bahwa beberapa Gubernur Sulsel telah menerbitkan SK terkait Gedung PWI Sulsel. Mulai dari Balai Wartwan di Jalan Penghibur. Sampai pada Gedung PWI Sulsel di Jalan AP Pettarani. Termasuk SK yang diterbitkan Gubernur HZB Palaguna dan Gubernur Syahrul Yasin Limpo.

Zulkifli mengatakan, pada tahun 1995, Pansus dan hasil rapat paripurna yang di SK-kan DPRD Sulsel menjelaskan, bahwa pada tahun 1968 PWI telah mengganti rugi Gedung Gelora Pantai di Jalan Penghibur kepada BPD Sulsel. sebesar Rp5 juta.

Ganti rugi Gedung Gelora Pantai ke BPD Sulsel atas persetujuan Gubernur saat itu. Sejak itulah, Gedung Gelora Pantai berubah nama menjadi Balai Wartwan Sulsel.

Selanjutnya, pada tahun 1997, Gubernur HZB Palaguna kembali mengeluarkan SK, terkait tukar menukar atau ruislag gedung. Gedung Balai Wartawan di Jalan Penghibur ditukar dengan gedung baru di Jalan AP Pettarani nomor 31 Kota Makassar.

Gedung di Jalan AP Pettarani tersebut selanjutnya bernama Gedung PWI Sulsel. Gedung itu digunakan dan dimanfaatkan oleh pengurus PWI Sulsel tanpa batas waktu.

“Tahun 2003 gubenur mengizinkan/menyetujui pembagunan wisma/diklat dgn dana PWI SS sendiri,” tulis Zugito lewat pesan WhatsApp.

Pada tahun 2011, Gubernur Sulsel menyetujui atau mengizinkan PWI Sulsel membangun Masjid Balai Wartawan dengan biasa pribadi.

Pada tahun 2015, Gubernur Syahrul Yasin Limpo kembali menerbitkan SK memperpanjang status pinjam pakai gedung kepada PWI Sulsel.

Namun istilah pinjam pakai, kata Zugito, tidak diterima oleh pengurus PWI Sulsel. Sebab, SK dari Syahrul Yasin Limpo bertentangan dengan SK Gubernur HZB Palaguna. SK Gubernur HZB Palaguna saat itu terkait, penggunaan dan pemanfaatan Gedung PWI Sulsel tanpa batas waktu.

“Begitu pula SK Gub Syahrul tidak membatalkan SK Gub Palaguna,” kata Zugito.

SK yang diterbitkan Syahrul Yasin Limpo itu tidak membebankan, mengharuskan PWI Sulsel membayar uang sewa. Dan tidak ada larangan mempersewakan ruang Press Club.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Coba Cara Ini Agar Sperma Sehat

POJOKSUSLEL.com – Makanan yang dikonsumsi tiap hari wajib mengandung energi dan gizi seimbang yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain makanan, ternyata …