Rahman Pina: Program Aparong Sulit Terlaksana

Rahman Pina | DOK. POJOKSULSEL

Rahman Pina | DOK. POJOKSULSEL

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Pemerintah kota (Pemkot) Makassar sejak 2016 lalu melalui program Apartemen Lorong (Aparong) Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) telah menganggarkan 1,5 miliar untuk menekan angka perumahan kumuh di kota Makassar. Program apartemen yang direncanakan berlokasi di daerah Buloa Kecamatan Tallo tersebut bahkan ditargetkan rampung pada 2019 mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Makassar Rahman Pina mengaku pesimis jika program Apartemen Lorong (Aparong) bisa terealisasi sesuai harapan. Meski disisi lain, Rahman Pina juga tidak menampik jika manfaat dari program tersebut sangat baik, khususnya dalam mengurangi jumlah rumah tidak layak huni.

“Iya, secara konsep program ini sangat baik. Kehadiran Aparong bisa menjadi solusi cerdas dalam mengurangi jumlah rumah tidak layak huni yang ada di Makassar,” ungkap Rahman Pina, Minggu (10/9/2017).

“Tapi jika melihat progresnya, rasa-rasanya ini sulit terlaksana. Tahun lalu saja, tidak adapi yang jalan,” tambah Bendahara Partai Golkar Makassar ini.

Apa yang dikemukakan Rahman Pina memang beralasan, sebab hingga saat ini, pemkot Makassar yang rencananya membangun 8 unit Apartemen Lorong tersebut masih terkendala terkait pembebasan lahan.

Sementara itu, Anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat, Hamzah Hamid sangat mengapresiasi program hunian layak ditengah keterbatasan lahan di kota Makassar. Jumlah penduduk yang semakin bertambah, lanjut Hamzah tentu harus pula diikuti dengan tingkat hunian yang layak.

“Dengan hadirnya Aparong, tentu menjadi sebuah solusi buat warga yang tidak mampu memiliki tempat tinggal dan lahan. Dengan begitu, warga tidak akan menempati atau membangun tempat tinggal sementara yang jauh dari dari kelayakan,” ujar Ketua PAN Makassar ini, Senin (11/9/2017).

Hamzah juga berharap dengan hadirnya Aparong, lingkungan kumuh juga akan mampu teratasi dan berdampak pada peningkatan kesehatan masyarakat.

Karenanya, Hamzah menghimbau kepada masyarakat lokasinya masuk dalam kawasan program tersebut, agar bersedia lahannya untuk diganti rugi sesuai ketentuan yang ada, sehingga progres pembangunan dapat segera terealisasi.

“Inikan demi kepentingan bersama juga, jadi alangkah bijaknya jika pemilik lahan bersedia melepaskan lahan tersebut, apalagi kan pemkot juga sudah siapkan kompensasinya,” jelas Hamzah Hamid. (chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Dewi Sanca, haters Dewi Sanca

Serang Haters, Dewi Sanca Sehat?

POJOKSULSEL.com – Pedangdut Dewi Sanca kembali menjadi bulan-bulanan netizen di media sosial. Tak tahan dengan cibiran haters, Dewi Sanca pun …