Anak Anda Labil Emosi? Cek Kondisi Kejiwaannya

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSULSEL.com – Emosi para remaja memang tergolong labil. Karena hal tersebut tak sedikit orang tua menganggap emosi anaknya yang naik turun adalah wajar. Padahal, bila intensitas naik turunnya emosi terasa lebih sering daripada remaja lainnya, bisa menjadi suatu gejala dari salah satu gangguan jiwa yang bernama bipolar.

Spesialis kejiwaan dr Dwidjo Saputro SpKJ (K) mengatakan, usia remaja merupakan fase emas dalam pembentukan kepribadian. Pembentukan kepribadian berakhir pada usia 18 tahun. Dan bila tidak ditangani sedini mungkin. Kemungkinan besar terbawa sampai dewasa.

’’Beberapa hasil penelitian menunjukkan, bipolar remaja mencapai lima persen saja. Tapi sebagian besar belum tercover tenaga professional karena ketidaktauan mereka bahwa gangguan mood adalah penyakit jiwa,’’ ulasnya.

Sebab, pada remaja bipolar, terdapat gangguan pada neurotransmitter dalam otaknya. Neurotransmitter sendiri berfungsi menghantarkan rangsangan antar saraf. Dan bila keseimbangan neurotransmitter bermasalah, manifestasinya bisa berujung pada gangguan mood atau bipolar tersebut.

Menurut lulusan FK UGM tersebut, di semua termpatnya berpraktik di Jakarta, rata-rata para remaja penderita bipolar yang datang ke tenaga professional disertai dengan penyimpangan perilaku. Dwijdo mencontohkan salah seorang pasiennya yang masih duduk di bangku SMA.

Siswa tersebut mempunyai kebiasaan membantah dan berani dengan gurunya. Sang guru juga baru tersadar muridnya bermasalah setelah berkali-kali diingatkan, namun perilaku tak kunjung berubah. akhirnya baru dibawa ke psikiater. ’’Lebih dari 50 persen datang saat sudah penyimpangan perilaku,’’ tuturnya.

(ina/JPC/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Kopel Buka Klinik Antikorupsi

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Anggota Komisi Pemantau Legislatif (KOPEL) Indonesia, Syamsuddin berharap, Klinik Anti Korupsi mampu menumbuhkan dan melahirkan kader-kader terbaik …