Pelajar Lutim Dapat Beasiswa Kedokteran di Rusia

ARTERI Geraldo Benny (16) menjadi salah satu dari 8 calon mahasiswa yang lulus mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi di Kasan Federal University (KFU) di Kota Kasan, Rusia.

ARTERI Geraldo Benny (16) menjadi salah satu dari 8 calon mahasiswa yang lulus mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi di Kasan Federal University (KFU) di Kota Kasan, Rusia.

ARTERI Geraldo Benny (16) menjadi salah satu dari 8 calon mahasiswa yang lulus mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi di Kasan Federal University (KFU) di Kota Kasan, Rusia.

Boy, sapaan akrab Arteri Geraldo Benny, adalah putra pertama dari dr. Benny Kepala Puskesmas Malili, Luwu Timur.

“Saya ingin mengikuti jejak bapak yang kebetulan seorang dokter. Profesi kedokteran adalah hal yang mulia dengan misi kemanusian yang diemban untuk membantu sesama,” tutur Boy.

Rabu (6/9/2017) hari ini, Boy akan bertolak ke Makassar untuk selanjutnya bergabung dengan 3 rekannya yang lulus dari Sulawesi Selatan.

Keberangkatan Boy dilepas secara resmi oleh Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler di Aula Rumah Jabatan Bupati, di Malili.

Husler mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi yang dianggap membawa nama baik Kabupaten Luwu Timur tersebut.

Ia berharap agar momen ini juga dapat menjadi ransangan bagi dunia pendidikan di Luwu Timur agar dapat terus meningkatkan kwalitas dan mutunya. Menurutnya sekolah juga hendaknya jeli melihat bakat yang dimiliki oleh para siswanya agar dapat diarahkan sesuai potensi mereka.

Pada kesempatan itu, Husler juga mendaulat Arteri Geraldo Benny atau Boy untuk menjadi “duta” Luwu Timur di Rusia. “Kepada boy kami titip pesan, sambil study juga bisa memperkenalkan daerah kita ini di sana (kasan, Rusia)” pesan husler.

Menurutnya, selain menimba ilmu Boy juga membawa misi positif untuk memperkenalkan kabupaten Luwu Timur dengan segala potensi yang dimilikinya.

Saat ini Boy mempersiapkan diri untuk mengikuti les privat bahasa Rusia sebelum nantinya berangkat ke kota Kasan, Rusia.

Pria kelahiran 12 Oktober 2000 ini mengenyam pendidikan di SDN 221 Malili, SMPN 2 Puncak Indah Malili Luwu Timur dan SMAN 4 Denpasar Bali.

Boy dinyatakan lulus setelah dirinya mengikuti tes yang diadakan langsung oleh tim dari KFU di Bali beberapa bulan lalu. Boy adalah salah satu calon mahasiswa yang lolos pada Program Studi Kedokteran pada Universitas yang dinaungi oleh WHO tersebut.

Selama menempuh pendidikan nantinya seluruh biaya studi dan asrama akan ditanggung oleh pihak universitas termasuk tiket berangkat dari Indonesia ke Rusia.

(tommy setiawan/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Kopel Buka Klinik Antikorupsi

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Anggota Komisi Pemantau Legislatif (KOPEL) Indonesia, Syamsuddin berharap, Klinik Anti Korupsi mampu menumbuhkan dan melahirkan kader-kader terbaik …