Oknum Hakim dan Panitera di OTT KPK, Ini Perkara yang Ditangani

Ilustrasi

Ilustrasi

KOMISI Pemberantasan Korupsi membenarkan pihaknya telah menciduk empat orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar pada Senin(21/8/2017) kemarin, di PN. Jakarta Selatan.

Dalam operasi senyap itu, selain menangkap para pihak yang diduga tengah melakukan transaksi suap menyuap, tim Satgas Penindakan KPK juga telah mengamankan bukti pentransferan uang suap senilai ratusan juta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun JawaPos.com, pangkal kasus penyuapan tersebut ternyata berkaitan dengan sengketa perdata yang dilakukan sebuah perusahaan konstruksi dan survey bawah laut dengan satu perusahaan lain.

Untuk mengamankan gugatan perdata dengan nilai fantastis tersebut, pihak berperkara tersebut memberikan “pelumas”, agar perkara gugatannya dimenangkan oleh majaelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut.

“(Soal) sengketa Aqua Marine dan satu perusahaan lagi,’’ terang sumber internal KPK kepada JawaPos.com Selasa (22/8).

Namun, kendati menyebut perihal adanya sengketa perdata dua perusahaan tersebut, sumber tersebut belum memberikan informasi secara detail, apakah pihak Aqua Marine yang melakukan suap atau justru perusahaan lawannya, pasalnya pihaknya belum melakukan gelar perkara.

”Ekspose (gelar perkara) pagi ini nanti,” imbuhnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, perihal adanya penanganan sengketa dua perusahaan di lembaganya, juru bicara PN. Jaksel I Made Sutrisna mengaku belum tahu, apakah benar sengketa gugatan perdata PT. Aqua Marine, yang menjadi pangkal kasus penyuapan yang menjerat pegawai di lembaganya.

“Saya belum tahu informasi tentang gugatan perusahaan itu, kemudian kaitan dengan siapa. Kami masih menunggu konferensi pers dari KPK,” kata Made ketika dikonfirmasi JawaPos.com.

Untuk diketahui, sebelumnya Tim Satgas Penindakan KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan(OTT) Senin (21/8). Dalam operasi senyap yang dilakukan kali ini, tim berhasil mengamankan sejumlah pihak seperti hakim, panitera, dan seorang pengacara. Namun, ketika dikonfirmasi, KPK hanya menyebut oknum panitera saja yang diciduk, tidak ada unsur hakim saat menggelar operasi tersebut.

Selain menangkap beberapa oknum penegak hukum tersebut, tim juga berhasil mengamankan barang bukti transferan uang suap senilai Rp 300 juta dari komitmen fee Rp750 juta yang telah disepakati para pelaku.

Hingga saat ini, para pihak yang ditangkap tengah menjalani pemeriksaan intensif selama 1×24 setelah ditangkap. Pemeriksaan ini dilakukan guna menentukan status hukum para pihak yang diciduk kemarin.

(wnd/JPC/pojoksulsel)



loading...

Feeds

maros, knpi maros, musda knpi maros, calon ketua knpi maros, ketua knpi maros, pemilihan ketua knpi maros

Inilah 6 Calon Ketua KNPI Maros

POJOKSULSEL.com MAROS – Enam orang bakal calon ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maros, secara resmi ditetapkan sebagai calon ketua …
pilgub sulsel, pilgub sulsel 2018, survei Poltracking, survei pilgub sulsel, nurdin abdullah, na pilgub sulsel, pilgub sulsel na, survei nurdin abdullah, survei na

PAN Merapat ke NA, Ini Kata Andi Rio

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Rekomendasi Partai Amanat Nasional (PAN) kabarnya berada di barisan bakal calon gubernur Sulsel Prof Dr Nurdin Abdullah …

Kopel Buka Klinik Antikorupsi

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Anggota Komisi Pemantau Legislatif (KOPEL) Indonesia, Syamsuddin berharap, Klinik Anti Korupsi mampu menumbuhkan dan melahirkan kader-kader terbaik …