BLH Pangkep Mengaku Tak Bisa Menutup Tambang PT Wutama, Alasannya?

Aktifitas tambang marmer PT Wutama Tri Makmur yang terletak di Kampung Bunnea, Kelurahan Kalabirang, Kecamatan Minasatene, Pangkep, diprotes oleh warga.

Aktifitas tambang marmer PT Wutama Tri Makmur yang terletak di Kampung Bunnea, Kelurahan Kalabirang, Kecamatan Minasatene, Pangkep, diprotes oleh warga.

POJOKSULSEL.com, PANGKEP – Polemik keberadaan tambang marmer PT Wutama Tri Makmur di Kelurahan Kalabirang, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), terus berlanjut. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pangkep Agus Salim mengatakan, pihaknya tak bisa menutup tambang tersebut.

Di temui di ruang kerjanya, Senin (21/8/2017), Agus Salim mengatakan, jika tambang itu ditutup maka akan menimbulkan masalah baru. Dia mengatakan tim dari lingkungan hidup sudah turun meninjau lokasi tambang.

“Ini yang kesekian kalinya kita turun meninjau langsung lokasi tambang marmer yang keberadaannya yang dikeluhkan warga. Apalagi musim kemarau karena di anggap menimbulkan kekeringan bagi, warga,” katanya.

Agus menambahkan pihaknya tidak bisa melakukan penutupan terhadap perusahaan tambang ini karena pertimbangan dampak sosialnya.

Dia mengatakan, pihaknya hanya memberikan hasil pemeriksaan di lapangan dan malakukan koordinasi dengan Dinas Pertambagan Provinsi Sulsel.

“Kita usahakan tambang tidak di tutup karena akan membuat masalah baru bagi tenaga kerja di perusahaan tersebut karena akan menambah jumlah pengangguran,” tambahnya.

Sementara itu, sidak beberapa waktu lalu oleh anggota Komisi 3 DPRD Pangkep Abdul Rauf mengatakan, jika akan segera menemui Dinas Pertambangan Sulsel untuk mengkaji kembali izin dari tambang PT Wutama Tri Makmur.

Sementara untuk masalah ditutup atau tidak, kata dia, itu wewenang pertambangan. Yang tentu saja harus memperhatikan dampak baik buruk penutupan tambang marmer tersebut.

Direktur PT Wutama Tri Makmur Tommy mengaku kalau perusahaan akan bertanggung jawab dan segera memberi solusi terhadap dugaan kekeringan yang di akibatkan perusahaannya.

Wahana Tri Makmur di nilai melakukan penambangan dengan melakukan penggalian terlalu dalam, sehingga menyerap air yang ada di sumur sumur warga dan menimbulkan kurangnya pasokan air bersih di wilayah Kalabirang.

(tajuddin mustaming/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Kopel Buka Klinik Antikorupsi

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Anggota Komisi Pemantau Legislatif (KOPEL) Indonesia, Syamsuddin berharap, Klinik Anti Korupsi mampu menumbuhkan dan melahirkan kader-kader terbaik …