Ratusan Bahan Bom Ikan Diamankan di Pulau Taka Bonerate

Operasi Pengamanan Kawasan Gabungan Balai Taman Nasional Taka Bonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, menyita ratusan barang bukti bom ikan dan bius ikan. Operasi tersebut dilakuukan mulai 10 - 16 Agustus 2017.

Operasi Pengamanan Kawasan Gabungan Balai Taman Nasional Taka Bonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, menyita ratusan barang bukti bom ikan dan bius ikan. Operasi tersebut dilakuukan mulai 10 - 16 Agustus 2017.

POJOKSULSEL.com, SELAYAR – Operasi Pengamanan Kawasan Gabungan Balai Taman Nasional Taka Bonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, menyita ratusan barang bukti bom ikan dan bius ikan. Operasi tersebut dilakuukan mulai 10 – 16 Agustus 2017.

Ketua Tim 2 Operasi Pengamanan Kawasan Gabungan Balai Taman Nasional Taka Bonerate Ajadin Anhar menerangkan, operasi gabungan ini adalah operasi pengembangan dari laporan-laporan yang diterima, sedangkan satu orang terduga pelaku, berhasil kabur namun identitasnya telah diketahui.

Barang bukti yang ditemukan yakni tiga kapal nelayan yang diamankan di sekitar Kampung Rajuni Besar dan Rajuni Besar.

Selain itu, diamankan serangkaian barang bukti bom ikan dan alat pembius ikan.

Setelah didata di Kantor Balai TN Taka Bonerate, seluruh barang bukti akan diangkut dan diserahkan ke Balai Gakum Sulawesi di Makassar sebagai bahan pengembangan dan proses lebih lanjut.
Kepala Balai TN Taka Bonerate Jusman menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak, khususnya Direktorat PPH Ditjen Gakkum, Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi, Polres Kepulauan Selayar dan Kodim 1415 Kepulauan Selayar.

Kegiatan ini, kata dia, merupakan salah satu upaya menjaga kawasan konservasi dengan baik agar tetap dapat berfungsi dan memberikan kemanfaatan yang lestari bagi masyarakat.
Jusman mengaku, menyampaikan bahwa hal ini telah dikoordinasikan dengan Kepala Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi, Kapolres Selayar AKBP Edy Suryanta Tarigan dan dan Ditjen Gakkum KemenLHK.

Kepala Balai juga memastikan telah mendapatkan arahan dari Dirjen KSDAE terkait hal tersebut.

“Satu kali lemparan bom ikan dapat merusak terumbu karang secara fisik pada radius sampai 50 meter, sedangkan bius ikan dapat menimbulkan kerusakan yang lebih sistemik berupa bleaching pada lokasi terpapar aliran arus laut yang mengandung potassium sianida tersebut,” akunya. (pojoksulsel)



loading...

Feeds

lutra, luwu utara, adv pemkab lutra, adv lutra, bupati lutra, indah putri indriani, bupati cantik

Bupati Lutra: SOP Wajib Dipublikasikan

STANDAR Operasional Prosedur (SOP) adalah kumpulan peraturan yang dibuat untuk mempermudah seseorang/kelompok/organisasi dalam bekerja. Dalam instansi pemerintahan, SOP berfungsi untuk …