Polda Segera Tetapkan Tersangka Komersialisasi Gedung PWI Sulsel

Tampak Gedung PWI Sulsel yang berdampingan dengan Alfamart, Jalan AP Pettarani, Makassar, Sulsel. | POJOKSULSEL - MUH FADLY

Tampak Gedung PWI Sulsel yang berdampingan dengan Alfamart, Jalan AP Pettarani, Makassar, Sulsel. | POJOKSULSEL - MUH FADLY

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Masih ingat dengan kasus komersialisasi Gedung PWI Sulsel? Setelah kasus ini bergulir sejak tahun 2016 lalu, akhirnya Ditreskrimsus Polda Sulsel telah mengantongi nama-nama yang bakal ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus ini.

Dirreskrimsus Polda Sulsel Kombes Pol Yudhiawan Wibisono mengatakan, penetapan tersangka kasus komersialisi gedung PWI Sulsel di Jalan AP Pettarani Makassar, tinggal menunggu gelar perkara.

 

Penyidik Direskrimsus Polda Sulsel juga telah memeriksa sejumlah saksi. Yakni pengurus PWI dan pejabat Pemprov Sulsel. Termasuk mantan Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh telah dimintai keterangan, terkait dugaan komersialisasi gedung PWI.

Gedung PWI ini merupakan aset milik Pemprov Sulsel. Lahan ini dikomersilkan tanpa izin Pemprov Sulsel. Penyataan ini telah ditegaskan oleh Kepala Biro Pengelolaan Aset Daerah Sulsel Ahmadi Akil, yang saat ini menjabat Kepala Dinas Perindustrian Sulsel.

Pada saat itu, Ahmadi Akil telah menjelaskan duduk perkara soal komersialisasi Gedung PWI Sulsel melalui surat jawaban kepada Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi.

Sementara itu, ACC Sulawesi pernah merilis data pada tahun 2016 lalu terkait item-item yang diduga dikomersilkan oleh PWI Sulsel, yakni Gedung PWI Sulsel, halaman Gedung PWI Sulsel, Press Club PWI Sulsel dan Wisma PWI Sulsel.

Laporan keuangan PWI Sulsel yang dirilis ACC Sulawesi ini yakni periode Oktober 2010 hingga September 2015. Penerimaan terbanyak selama 2010-2015 adalah penyewaan Gedung PWI Sulsel dengan nilai Rp860.896.366.

Kemudian, penyewaan Press Club PWI Sulsel dengan nilai Rp825.650.000. Penyewaan Wisma PWI Sulsel senilai Rp16.599.504 dan terakhir penyewaan halaman Gedung PWI Sulsel dengan nilai Rp8.360.000.

Nilai keseluruhan dari komersialisasi tersebut adalah Rp1.711.505.870.

Mantan Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh pada waktu itu juga memberikan klarifikasi bahwa polemik gedung PWI Sulsel terjadi dikarenakan terpecahnya sertifikat lahan Gedung PWI Sulsel menjadi 5 sertifikat. Dan beberapa pihak memegang 5 sertifikat tersebut.

Kendati dia menyebut sertifikat menjadi 5, namun Zulkifli Gani Ottoh hanya mengetahui 3 nama yang memegang sertifikat tersebut. Mereka adalah Willem, Gaffar Patappa dan ada juga yang mengatasnamakan Kerajaan Gowa.

Hal itu disampaikan Zukifli Gani Ottoh saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi C Bidang Keuangan dan Aset DPRD Sulsel pada Senin tanggal 11 Januari 2016 lalu.

Untuk langkah tindak lanjut, kata Zulkifli Gani Ottoh kala itu, Biro Aset seharusnya menelusuri sertifikat lahan Gedung PWI Sulsel tersebut.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds

video umi pipik

Video Umi Pipik Bikin Heboh

POJOKSULSEL.com – Pipik Dian Irawati atau akrab disapa Umi Pipik banyak dibicarakan setelah isu pernikahannya dengan Sunu eks Matta band. …
Sylvano Comvalius

Bali United Lepas Sylvano Comvalius

POJOKSULSEL.com – Bali United dikabarkan melepas mesin golnya, Sylvano Comvalius, musim depan. Kabar putusnya kontra pencetak gol terbanyak di Liga …
lurah jagong pangkep

Lurah Pangkep Potong Insentif RW?

POJOSKSULSEL.com, PANGKEP – Diisukan potong insentif RW oleh warganya, Lurang Jagong Kabupaten Pangkep, Restu Alamsyah, membantah tudingan yang dialamatkan padanya …