Kemenangan PSM Atas Persija “Dirampok.” Wasit Asing Anulir Gol Pluim, Tepatkah?

Proses terciptanya gol Willem Jan Pluim ke gawang Persija Jakarta. | CAPTURE TVONE

Proses terciptanya gol Willem Jan Pluim ke gawang Persija Jakarta. | CAPTURE TVONE

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – PSM Makassar harus puas berbagi poin dengan tuan rumah Persija Jakarta pada laga pekan ke-20 Liga 1 2017. Bermain di Stadion Patriot Bekasi, Selasa (15/8/2017), pertandingan berakhir imbang 2-2.

PSM Makassar sempat memimpin 2-0 hingga akhir babak pertama, lewat gol Marc Anthony Klok dan Willem Jan Pluim. Hanya saja Persija Jakarta sukses menyamakan kedudukan lewat gol Reinaldo dan Bruno Lopes.

PSM kemudian mencetak gol ketiga lewat aksi Willem Jan Pluim menjelang berakhirnya pertandingan. Namun, wasit asing asal Iran, Bonyadifard Mooud yang memimpin pertandingan menganulir gol tersebut.

Tak hanya itu yang dipersoalkan tim tamu, wasit yang didatangkan PSSI dinilai banyak mengambil keputusan kontroversial. Setidaknya ada tiga keputusan keputusannya yang menjadi perhatian.

Termasuk saat memberikan hadiah penalti bagi Persija, menganulir gol yang dicetak Wiljan Pluim ke gawang Persija dan kartu kuning untuk Pluim setelah golnya dibatalkan.

Keputusan memberikan penalti kepada Persija Jakarta berawal ketika Hamka Hamzah mencoba berebut bola dengan Reinaldo Elias da Costa di zona berbahaya PSM, Reinaldo terjatuh. Wasit Bonyadifard menunjuk titik putih. Keputusan itu dinilai kurang tepat.

Selanjutnya, Bonyadifard menganulir gol Wiljan Pluim Ia menilai sebelum menendang bola, tangan Pluim mengenai bola saat mengontrol bola setelah menerima umpan dari Hamka Hamzah. Meski berdasarkan rekaman pertandingan, tidak ada kontak tangan Pluim dan bola pada momen tersebut.

Hanya saja, sistem Video Assistant Referee (VAR) di Liga 1 belum dapat diterapkan. Hal ini membuat keputusan wasit mutlak berdasarkan penglihatannya sendiri, dibantu dua asistennya.

Yang perlu diperhatikan, keputusan Bonyadifard yang menganulir gol PSM diambil tanpa ragu. Ia tidak terlihat komunikasi terlebih dahulu dengan asistennya.

Begitupun saat PSM melakukan protes atas keputusan itu. Tanpa berkoordinasi dengan asisten wasit, Bonyadifard malah memberikan kartu kuning kepada Wiljam Pluim. Lalu mengusir pelatih PSM Robert Rene Alberts.

Padahal, di pasal 5 law of the games FIFA seorang wasit memberikan putusan itu harus memiliki dasar. Wasit harus melihat, mendengar, yakin merasakan atau dapat laporan dari pembantunya. Kalau ragu wasit tidak boleh mengambil keputusan secara langsung.

Bila diperhatikan rekaman video pertandingan saat Bonyadifard menganulir gol Pluim, sebenarnya wasit berlisensi FIFA ini tidak terlalu melihat kejadian saat Pluim menerima dan mengontrol bola. Sebab, pandangan Bonyadifard terhalang oleh salah satu pemain PSM.

Seharusnya, pada kondisi tersebut, Bonyadifard harus berkonsultasi dan menanyakan penilaian dari asisten wasit di tepi lapangan. Karena, sudut pandangnya lebih jelas untuk melihat momen tersebut.

Tapi bagaimanapun, keputusan wasit mutlak. PSM pun gagal meraih poin penuh pada laga tersebut.

(islamuddin dini/pojoksulsel)



loading...

Feeds

maros, knpi maros, musda knpi maros, calon ketua knpi maros, ketua knpi maros, pemilihan ketua knpi maros

Inilah 6 Calon Ketua KNPI Maros

POJOKSULSEL.com MAROS – Enam orang bakal calon ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maros, secara resmi ditetapkan sebagai calon ketua …
pilgub sulsel, pilgub sulsel 2018, survei Poltracking, survei pilgub sulsel, nurdin abdullah, na pilgub sulsel, pilgub sulsel na, survei nurdin abdullah, survei na

PAN Merapat ke NA, Ini Kata Andi Rio

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Rekomendasi Partai Amanat Nasional (PAN) kabarnya berada di barisan bakal calon gubernur Sulsel Prof Dr Nurdin Abdullah …

Kopel Buka Klinik Antikorupsi

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Anggota Komisi Pemantau Legislatif (KOPEL) Indonesia, Syamsuddin berharap, Klinik Anti Korupsi mampu menumbuhkan dan melahirkan kader-kader terbaik …