Hal Ini yang Korea Utara Inginkan dari Amerika Serikat

Kim Jong-un

Kim Jong-un

PEMIMPIN Korea Utara Kim Jong Un menyatakan siap meluncurkan rudal yang mampu jatuh ke teritorial AS. Selama ini dua negara itu memang belum pernah bertemu face to face. Namun, dilansir dari USA Today, ini kira-kira yang Korut inginkan bila akhirnya ada pertemuan.

Jaminan Tidak akan Diserang AS
Sebelum Donald Trump ”menyerang” Korut, Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mengatakan kalau pementahannya tidak menyukai perubahan rejim di Korut. Tillerson pun berharap bisa mendapatkan solusi diplomatik.

 

Tetapi Kim sepertinya takut bila negerinya menjadi seperti Iraq. Di negeri itu, mantan ditaktor Saddam Hussein diturunkan oleh AS. Kim meyakini, kalau dia menyerah, maka AS akan mudah menyerang mereka seperti ketika menyerang Iraq.

Hapus Sangsi
Sejak Korut uji coba nuklir kali pertama pada 2006, PBB sudah melayangkan sangsi ketat kepada Pyongyang. PBB juga menegaskan kalau rejim harus mengurangi aktivitas yang berhubungan dengan ujicoba nuklir. Tetapi, Korut bergeming. Mereka tidak peduli.

Mempertahankan Program Senjata Nuklir
Washington Post merujuk pada laporan Badan Intelejen Pertahanan, menyebutkan kalau Korut sudah memproduksi miniatur hulu nuklir yang mampu masuk rudal mereka. Itu adalah pencapaian yang dinilai krusial mengingat ancaman mereka kepada AS. Mereka pun aktif melakukan latihan rudal dan roket. Ada lebih dari selusin tryout rudal tahun ini. Dan, Korut sudah berulang kali mengatakan tidak punya niat untuk menghentikan program nuklir mereka.

Pulangkan Tentara AS dari Korea Utara
Perbatasan antara Korut dengan Korsel adalah salah satu kawasan paling militer di dunia. Dilansir Departemen Dalam Negeri AS, Pyongyang punya 1,2 juta tentara yang siap tempur. Korsel sendiri hanya ada 680 ribu tentara dan tambahan 28 ribu tentara dari AS. Keberadaan tentara AS itu bikin Korut tidak nyaman. Tidak hanya Korut, Tiongkok pun meminta hal yang sama. Mereka ingin tentara AS hengkang dari Korsel.

Negosiasi untuk Mengakhiri Secara Formal Perang Korea
Korsel dan Korut tidak punya hubungan diplomatik dan sampai sekarang masih jadi musuh besar. Secara formal kedua negara ini masih dalam keadaan perang. Untuk mengakhir Perang Korea pada1950-1953, kedua belah pihak memutuskan untuk gencatan senjata.(*)

(tia/USA today/JPC)



loading...

Feeds