Besok, Teater Keliling Pentaskan Sang Saka di Makassar

Sang Saka

Sang Saka

TEATER Keliling adalah grup teater Indonesia yang konsisten berkarya sejak 13 Februari 1974. Didirikan oleh Ir. Dery Syrna, Rudolf Puspa, Buyung Zasdar dan Paul Pangemanan yang didukung oleh tokoh teater lainnya seperti Jajang C. Noer, Saraswaty Sunindyo, Ahmad Hidayat, Willem Patirajawane, Syaeful Anwar dan RW Mulyadi.

Teater Keliling telah mementaskan lebih dari 1.500 pertunjukan di seluruh proVinsi di Indonesia dan negara-negara di dunia. Oleh karena itu, pada tahun 2010 Teater Keliling mendapatkan penghargaan dari MURI (Museum Rekor Indonesia) dengan predikat Grup Teater dengan pertunjukan teater modern Indonesia terbanyak.

Jejak Teater Keliling telah pentas di beberapa negara antara lain: Malaysia (1975 – 1993), Singapore (1975 – 1993), Thailand (1976 – 1992, Timor Leste (1977), Pakistan (1994), Romania (1994), Australia (1979), South Korea (1994), Egypt (1990 – 1995), Indonesia (1974- 2017), Germany (2015).

Kini, setelah pentas di beberapa kota lain di Indonesia, Teater Keliling hadir di Makasasar dan akan mementaskan drama berjudul “Sang Saka” karya/sutradara Rudolf Puspa dan Dolfry di Gedung Kesenian Societeit de Harmonie Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu,13 Agustus 2017, pukul 19.30 – 22.00.

Pertunjukan ini dikerjasamakan dengan Teater Kita Makassar dan Teater Kampus Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar (FSD UNM) sebagai pelaksana di Makassar.

Menurut Asia Ramli Prapanca (Ram), selaku penanggung jawab pentas di Makassar, pertunjukan teater “Sang Saka” melibatkan 16 dari Teater Keliling dan 6 aktor dari Teater Kita Makassar dan Teater Kampus FSD UNM. Mereka para aktor ini akan memainkan kisah sejarah yang menggambarkan situasi bangsa yang lupa pada sejarah.

Bukan hanya kaum muda yang kurang beruntung, bukan hanya kemiskinan, namun juga karakter orang tua dalam mendidik, yang di masa mudanya menjadi anak yang penuh dendam dan amarah.

Kisah ini diwarnai pula oleh perburuan harta karun oleh anak-anak muda. Perburuan mereka terhenti karena tepat di hadapan mereka terlihat peti kayu lapuk besar yang dianggap sebagai harta karun.

Begitu peti terbuka, muncullah sesosok rapuh. Pada bagian lain, ditampilkan flashback menjelang proklamasi kemerdekaan 1945.

Muncul wanita ayu berusia 20 tahunan dengan perut yang besar karena sedang hamil tua. Wanita itu membawa sebuah kain berwarna merah putih. Ia bernama Fatmawati.

Beberapa pemuda pejuang muncul yakni Chaerul Saleh, Wikana, Sukarni yang bersikap keras menuntut segera diumumkan proklamasi kemerdekaan. Sukarno pun berunding dengan Hatta dan mencapai kesepakatan menyiapkan proklamasi.

Soekarno membaca pidato proklamasi kemerdekaan yang diketik Sayuti Melik didampingi Hatta. Saat yang sama, terdengar derap langkah kaki dari penonton menuju ke panggung, berdiri di hadapan tiang bendera.

Upacara bendera dan lagu Indonesia Raya berkumandang tanpa komando seperti kejadian bersejarah 17 Agutus 1945. Mereka kemudian membacakan sebuah puisi yang sangat menyentuh hati. Dan selanjutnya sekelompok anak muda menarik manusia sang saka masuk kembali ke peti dan menguncinya.

(rilis/pojoksulsel)



loading...

Feeds

korupsi, korupsi ektp, saksi kunci korupsi ektp, saksi kunci ektp bunuh diri, Johannes Marliem, Johannes Marliem bunuh diri, setnov, setya novanto, setnov korupsi ektp, andi narogong

Masih Gawat, Setnov Belum Bisa Diajak Bicara

POJOKSULSEL.com – Ketua DPR Setya Novantomasih menjalani perawatan di ruang intensive cardiologi care unit (ICCU) pasca-operasi di RS Premier Jatinegara. Bahkan, saat ini tersangka …
maros, knpi maros, musda knpi maros, calon ketua knpi maros, ketua knpi maros, pemilihan ketua knpi maros

Inilah 6 Calon Ketua KNPI Maros

POJOKSULSEL.com MAROS – Enam orang bakal calon ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maros, secara resmi ditetapkan sebagai calon ketua …
pilgub sulsel, pilgub sulsel 2018, survei Poltracking, survei pilgub sulsel, nurdin abdullah, na pilgub sulsel, pilgub sulsel na, survei nurdin abdullah, survei na

PAN Merapat ke NA, Ini Kata Andi Rio

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Rekomendasi Partai Amanat Nasional (PAN) kabarnya berada di barisan bakal calon gubernur Sulsel Prof Dr Nurdin Abdullah …