BPPI Dorong Riset Alat-alat Produksi Cokelat Dikembangkan di Sulsel

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara (kanan), meninjau alat produksi cokelat di ruang Inkubator bisnis teknologi BBIHP di Jalan Prof Basalamah, Makassar, Jumat (11/8/2017).

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara (kanan), meninjau alat produksi cokelat di ruang Inkubator bisnis teknologi BBIHP di Jalan Prof Basalamah, Makassar, Jumat (11/8/2017).

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara mengungkapkan, Sulawesi Selatan (Sulsel) merupakan salah satu daerah penghasil cokelat terbesar di Indonesia.

Hasil produksi pertanian cokelat ini, harus dapat diolah dengan baik melalui teknologi. Karenya, Balai Besar Industri Hasil Perkebunan (BBIHP) terus mengembangkan riset terkait alat-alat produksi cokelat

Dikatakan Ngakan Timur Antara, alat-alat produksi cokelat di BBIHP ini telah dapat mengolah cokelat mulai dari proses roasting, sampai pengolahan cokelat lebih lanjut.

“Tadi itu alat pengolahan coklat mulai bagaimana cokelat itu diraosting, keluarkan kulit arinya, dipress dan dikeluarkan cocobatonya dan pengolahan cokelat lebih lanjut,” kata Ngakan Timur Antara usai meninjau alat pengolahan cokelat di Inkubator bisnis teknologi BBIHP di Jalan Prof Basalamah, Makassar, Jumat (11/8/2017).

Ngakan Timur Antara mengatakan, cokelat merupakan komoditi yang memilik banyak manfaat. Selain untuk bahan makanan, cokelat juga digunakan sebagai bahan kefarmasian. Sebab, serat cokelat banyak mengandung antioksidan dan baik untuk produk kesehatan. Di antaranya bisa sebagai bahan lulur untuk kecantikan.

Cokelat juga dapat diolah menjadi bioetanol. Sementara kulit ari cokelat dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Dia mengatakan, alat-alat produksi cokelat ini akan terus dikembangkan melalui riset. Indonesia harus dapat memproduksi cokelat melalui teknologi secara massif.

“Kita ingin kembangkan terus. Cokelat kita punya. Teknologinya bisa kita kejar. Apalagi sekarang sudah era globalisasi,” kata Ngakan Timur Antara

Apabila riset tersebut terus dikembangkan, Ngakan Timur Antara optimis Indonesia dapat sejajar dengan Belgia dan Belanda dalam pemanfaatan teknologi untuk memproduksi cokelat.

Terkait alat-alat produksi hasil riset BBIHP, akan dipublikasikan ke masyarakat dan mendorong agar dapat diproduksi secara massal oleh investor.

Sementara Kepala BBIHP Abd Rachman Supu menjelaskan, dalam pengembangan alat-alat produksi cokelat di Sulsel, dapat dikerjasamakan dengan negara Belgia. Dia mengatakan, sharing riset bisa saja dilakukan antara Indonesia dan Belgia.

Dan tidak menutup kemungkinan, produksi cokelat secara industri sudah akan dapat dilakukan secara massif di Sulsel.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds

korupsi, korupsi ektp, saksi kunci korupsi ektp, saksi kunci ektp bunuh diri, Johannes Marliem, Johannes Marliem bunuh diri, setnov, setya novanto, setnov korupsi ektp, andi narogong

Masih Gawat, Setnov Belum Bisa Diajak Bicara

POJOKSULSEL.com – Ketua DPR Setya Novantomasih menjalani perawatan di ruang intensive cardiologi care unit (ICCU) pasca-operasi di RS Premier Jatinegara. Bahkan, saat ini tersangka …
maros, knpi maros, musda knpi maros, calon ketua knpi maros, ketua knpi maros, pemilihan ketua knpi maros

Inilah 6 Calon Ketua KNPI Maros

POJOKSULSEL.com MAROS – Enam orang bakal calon ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maros, secara resmi ditetapkan sebagai calon ketua …
pilgub sulsel, pilgub sulsel 2018, survei Poltracking, survei pilgub sulsel, nurdin abdullah, na pilgub sulsel, pilgub sulsel na, survei nurdin abdullah, survei na

PAN Merapat ke NA, Ini Kata Andi Rio

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Rekomendasi Partai Amanat Nasional (PAN) kabarnya berada di barisan bakal calon gubernur Sulsel Prof Dr Nurdin Abdullah …