Wah… Banyak Calon Haji Bawa Batu dari Tanah Air untuk Lempar Jumrah

ILUSTRASI - Calon jemaah haji di Asrama Haji Sudiang, Makassar. POJOKSULSEL - MUH FADLY

ILUSTRASI - Calon jemaah haji di Asrama Haji Sudiang, Makassar. POJOKSULSEL - MUH FADLY

KENDATI berkali-kali diingatkan, tetap saja ada calon jamaah haji (CJH) yang membawa barang-barang terlarang. Bahkan, ada yang membawa batu sendiri untuk ibadah lempar jumrah.

CJH yang membawa batu itu bernama Usman Yasir. CJH asal Malang tersebut takut kehabisan batu saat lempar jumrah di Tanah Suci. ’’Khawatir tidak kebagian batu. Jamaahnya kan banyak, makanya nyari sendiri,” ujar pria 65 tahun itu.

 

Usman memasukkan batu-batu tersebut ke plastik berukuran 1 kilogram. Batu dengan diameter rata-rata 1,5 sentimeter itu berjumlah sekitar 50 buah. Batu tersebut diambil Usman dari pekarangan rumahnya di Karangploso. CJH kloter 38 itu mengaku tidak tahu bahwa membawa batu dilarang. ’’Waktu manasik tidak dikasih tahu,” kilahnya.

Selain batu, masih banyak jamaah yang melakukan pelanggaran lain. Ada yang membawa gunting, pisau buah, pisau dapur, dan silet. Membawa cairan berlebih juga sering ditemukan saat pemeriksaan. Misalnya, minyak goreng, pengharum pakaian, madu, bahkan petis dan terasi.

Menurut Sutarno, sekretaris 1 Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, sebenarnya membawa gunting masih diperbolehkan. Namun, tidak diletakkan di tas tenteng. Seharusnya benda-benda tersebut dimasukkan koper jamaah.

Pihaknya sudah sering mengimbau para jamaah untuk tidak membawa barang-barang yang dilarang. Tapi, masih ada saja yang tidak menghiraukan. Karena itu, Sutarno kembali mengimbau jamaah yang belum berangkat agar menaati peraturan. Jangan sampai permasalahan itu membuat keberangkatan CJH terganggu. ’’Di koper sudah ada tulisan tentang barang apa saja yang boleh dan tidak boleh dibawa,” ujarnya. Sesuai peraturan, barang-barang yang disita baru dikembalikan setelah jamaah kembali ke Indonesia.

(gal/c7/oni/pojoksulsel)



loading...

Feeds