Tersangka Keempat Pembobolan Brankas PDAM Menyerahkan Diri

Polisi memeriksa ruangan lokasi brankas PDAM Makassar yang dibobol maling, Selasa (25/7/2017).

Polisi memeriksa ruangan lokasi brankas PDAM Makassar yang dibobol maling, Selasa (25/7/2017).

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Tamajaya (28) pelaku keempat pembobolan brankas di Kantor PDAM Makassar akhirnya menyerahkan diri ke Polrestabes Makassar, Kamis (10/8/2017) siang.

Tamajaya diantar langsung oleh kakak kandungnya ke Markas Polrestabes Makassar Makassar.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Anwar Hasan mengatakan, Tamajaya berperan mengawasi situasi dan kondisi di Kantor PDAM Makassar, ketika M Tuanaya dan M Iwan membobol brankas di ruang bendahara pada Selasa 25 Juli 2017 lalu.

“Tamajaya dipanggil MI pada Senin sekitar pukul 20.09 Wita untuk bergabung bersama melakukan aksinya di PDAM,” kata Anwar Hasan, Kamis (10/8/2017) malam.

Tamajaya mendapatkan bagian uang hasil rampokan sebesar Rp150 juta. Kemudian, 2 hari setelah perampokan di Kantor PDAM Makassar, Tamajaya melarikan diri ke Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menggunakan jalur darat.

Pelaku keempat ini, bermalam selam 5 hari di Masjid saat berada di Kendari. Setelah itu, Tamajaya kembali ke Makassar.

“Pada tanggal 6 Agustus itu, Tamajaya nginap di rumah keluarganya di Jeneponto,” kata Anwar Hasan.

Anggota polisi yang telah mengetahui identitas Tamajaya, meminta kepada pihak keluarganya agar Tamajaya menyerahkan diri.

Atas bantuan kakak kandungnya, Tamajaya akhirnya berhasil dibujuk untuk menyerahkan diri ke Mapolrestabes Makassar pada Kamis siang tadi.

Barang bukti uang yang berhasil disita penyidik Polrestabes Makassar dari Tamajaya berjumlah Rp31,1 juta. Diakui Tamajaya, uang Rp119,9 juta telah digunakan untuk berfoya-foya.

“Uang itu digunakan minum, main perempuan dan berjudi,” ujar Anwar Hasan.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds