Perusahaan Jamu Legendaris Njonja Meneer Pailit, Ini Kata Menteri Perdagangan

Ketua Bappilu DPP Partai NasDem Enggartiasto Lukita bersama dengan calon Bupati Maros Hatta Rahman, Senin (30/11/2015). | IST

Ketua Bappilu DPP Partai NasDem Enggartiasto Lukita bersama dengan calon Bupati Maros Hatta Rahman, Senin (30/11/2015). | IST

PENGADILAN Negeri (PN) Semarang pada Kamis (3/8/2017) lalu telah menyatakan produsen jamu legendaris Nyonya Meneer pailit.

Keputusan tersebut diambil setelah perusahaan jamu legendaris itu digugat kreditur asal Sukoharjo, Hendrianto Bambang Santoso karena terbukti tidak sanggup membayar utang.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, pailitnya Nyonya Meneer tidak hanya karena masalah kredit saja. Menurutnya, ada masalah internal yang cukup berat hingga akhirnya menjadi pailit.

“Kalau dilihat dalam produk yang sama, yang satu naik, yang satu tidak naik, tentu kinerja. Nah ada apa kinerja di dalam, tentu mereka sendiri yang tahu. Tetapi kalau dilihat total aset dibandingkan dengan dept (utang) itu yang tentu harus kita teliti. Dan banknya kepada bank mana. Tentu kita lihat,” kata Enggar di kantornya, Jakarta, Kamis (10/8/2017).

“Jadi dilihat siapa yang menahkodai ini, dan ini disayangkan saja kalau seandainya terjadi hal seperti itu,” sambungnya.

Selain itu, efek bisnis turun temurun yang dilakukan perusahaan tersebut memang sepatutnya diwaspadai. Sebab, tak jarang bisnis dengan model tersebut minim inovasi.

“Tipikal bisnis keluarga yang kita harus waspadai adalah generasi ke-3,” katanya.

Meski demikian, Enggar ingin memastikan lebih jauh apa yang sebenarnya sedang terjadi. Dia tidak ingin berspekulasi terlalu dalam tentang perusahaan legendaris itu.

“Managemennya saja yang kurang, mungkin ya. Tapi saya kan tidak boleh melihat, memberikan penilaian sebelum saya tahu internalnya apa yang terjadi,” tukasnya.

(cr4/JPC/pojoksulsel)



loading...

Feeds