OTT Pungli Dinas Tata Ruang: Awalnya Sepakat Rp 15 Juta, tapi…

Wakapolrestabes Makassar AKBP Hotman Sirait memberikan keterangan pers terkait kasus PNS Pemkot Makassar yang terjaring OTT Tim Saber Pungli Polrestabes Makassar. POJOKSULSEL/MUH FADLY

Wakapolrestabes Makassar AKBP Hotman Sirait memberikan keterangan pers terkait kasus PNS Pemkot Makassar yang terjaring OTT Tim Saber Pungli Polrestabes Makassar. POJOKSULSEL/MUH FADLY

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Andi Agung Saputra, Kepala Seksi Pengawasan dan Pengaduan Dinas Tata Ruang Kota Makassar terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Satgas Saber Pungli Kota Makassar, di Jalan Sultan Hasanuddin Makassar, Kamis (10/8/2017).

Andi Agung Saputra ditangkap atas kasus pungutan liar (Pungli) pengurusan izin perubahan bangunan Rumah Toko (Ruko) milik R menjadi Resto dan Toko.

R yang mengurus perizinan perubahan Ruko menjadi Resto terpaksa memenuhi permintaan uang pelicin sebesar Rp15 juta dari Andi Agung Saputra.

Meski demikian, R melaporkan tindakan Pungli tersebut kepada Ombdusman RI Perwakilan Sulsel. Laporan pengaduan masyarakat itu langsung dikoordinasikan kepada Polrestabes Makassar untuk proses penindakan.

“Jadi Rp15 juta itu sudah deal antara R dengan tersangka, tapi ternyata R yang merupakan pelapor hanya membawa uang Rp3 juta disimpan di amplop dan diserahkan kepada tersangka,” kata Kepala Ombudsman RI perwakilan Sulsel Subhan Joer.

Selain uang tunai dari korban sebesar Rp3 juta, tim Satgas Saber Pungli jyga menemukan uang Rp1,5 juta di saku celana korban.

Total barang bukti (barbuk) sebesar yang diamankan tim Satgas Saber Pungli Kota Makassar sebesar Rp4,5 juta. Uang itu dalam pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu.

Dikatakan Subhan Joer, penangkapan terhadap pelaku murni dilakukan oleh anggota Polrestabes Makassar. Ombudsman hanya berperan mengoordinasikan aduan masyarakat terkait Pungli di Dinas Tata Ruang Kota Makassar.

Wakapolrestabes Makassar, AKBP Hotman Sirait mengatakan tersangka dijerat Pasal 11 dan Pasal 12 UU Tipikor dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara.

Kasus ini, kata Hotman Sirait, masih dalam proses pengembangan. Pihaknya belum dapat menjelaskan lebih kemungkinan adanya pihak lain di Dinas Tata Ruang Kota Makassar yang terlibat dalam Pungli tersebut.

(muh fadly/pojoksusel)



loading...

Feeds