First Travel Gondol Rp 550 Miliar Uang Calon Jemaah Haji

Foto/ilustrasi: dokumen JPNN.Com

Foto/ilustrasi: dokumen JPNN.Com

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan telah ditetapkan tersangka dan resmi menjalani penahanan di Bareskrim Polri.

Keduanya merupakan direktur utama di First Travel. Keduanya dianggap terbukti melakukan penipuan terhadap para agen dan calon jamaah umrah First Travel.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Herry Rudolf Nahak menerangkan, dari pemeriksaan kini keduanya resmi ditahan.

“Kemarin kami tangkap, keduanya ini suami istri. Dari pemeriksaan, cukup bukti untuk kami jadikan tersangka dan penahanan mulai hari ini,” kata dia di Kantor Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (10/8).

Herry mengungkapkan, polisi telah melakukan penggeledahan di kantor First Travel guna mencari bukti-bukti baru di kasus itu. Karena diduga masih ada sejumlah dokumen yang tersimpan di kantor itu.

Dari pemeriksaan, total ada 70 ribu calon jamaah yang telah membayar kepada First Travel yang kebanyakan membayar paket promo Rp 14,3 juta.

“Jadi jumlah jamaah yang sudah mendaftar dan membayar itu 70 ribu orang, cukup besar ya dan hanya 35 ribu yang berangkat. Sisanya 35 ribu jemaah tidak bisa berangkat dengan berbagai alasan,” papar dia.

Apabila dihitung, total kerugian jamaah kata Herry mencapai Rp 550 miliar. “Jadi kalau hitung kerugian rekan-rekan sekalian kalau Rp 14,3 juta dikali 35 ribu maka kerugian mencapai Rp 550 miliar,” ungkap dia.

Kepada para pelaku, kata dia dikenakan Pasal 55 juncto Pasal 378 dan Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan juga Undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang pelanggaran ITE. Tapi tak menutup kemungkinan dikenakan Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

(elf/JPC)



loading...

Feeds