Parpol Sudah Menabuh Genderang Pilpres 2019

Ilustrasi

Ilustrasi

DIREKTUR Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin mengatakan, aksi saling serang yang dilakukan oleh elit Partai Politik akhir-akhir ini mengindikasikan perang terbuka Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah dimulai.

“Perang terbuka itu sudah mulai, Parpol sudah mulai memetakan dirinya masing-masing, siapa lawan siapa dan siapa mendukung siapa,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Selasa (8/8/2017).

 

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) juga memprediksi, situasi panas Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta akan terulang kembali pada Pilpres 2019 mendatang, dan akan menjadi gejala nasional.

“Hal itu sudah dimulai oleh Parpol itu sendiri, yang seharusnya menunjukkan kepada masyarakat politik yang santun dan politik yang membangun,” imbuhnya.

Kemudian terkait isu yang akan diangkat, Ujang mengatakan, bahwa isu itu sudah mulai dihembuskan saat ini dan tidak jauh dari isu tentang Partai Komunisi Indonesia (PKI) dan anti terhadap Pancasila atau isu intoleran.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu sempat heboh pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arif Puoyono dalam pernyataan tertulisnya sempat menyebutkan bahwa PDIP menunjukkan sikap anti kritik yang dinilainya seperti PKI terkait UU Pemilu.

Selang beberapa hari, pernyataan mengejutkan dan kontroversial keluar dari lisan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR Victor Laiskodat yang menyatakan bahwa Partai Gerindra, Demokrat, PKS dan PAN sebagai partai yang mendukung kelompok intoleran dan pendukung khilafah.

Pernyataan-pernyataan itu kemudian menimbulkan reaksi dari parpol yang kemudian disinggung di dalamnya, hingga melakukan laporan ke polisi terkait pencemaran nama baik dan aksi provokasi.

Dari fenomena itu, Ujang menilai bahwa pernyataan-pernyataan yang keluar dari elit politik tersebut secara politik menegaskan dan memetakan lawan politik pada Pilpres mendatang.

“Bisa lihat dan bisa menilai sendiri, siapa melawan siapa dan siapa mendukung siapa,” tegas Ujang.

Namun ia pun tetap berharap, akan terwujud perilaku politik yang santun dan kompetisi yang sportif dalam berbagai perhelatan politik, terutama menjelang Pilpres 2019 mendatang. 

“Parpol dan elit harus tunjukkan kepada masyarakat yang baik-baik, jangan malah bikin gaduh,” pungkasnya.

(cr2/JPC/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Indra Sjafri

PSSI: Terima Kasih Indra Sjafri

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Indra Sjafri sudah resmi tidak menangani lagi Timnas Indonesia U-19. Kepastian itu diungkapkan PSSI pada jumpa pers …
Setya Novanto

Ini Kata Setnov Soal Tahanan KPK

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP Setya Novanto sudah dua hari menginap di rumah tahanan lembaga antirasuah …
Andi Sudirman Sulaiman

Sudirman Sulaiman Sasar 70 Desa di Wajo

POJOKSULSEL.com, WAJO – Menyusuri desa-desa, menyapa dan mendengarkan harapan serta keluhan masyarakat menjadi bagian yang menarik dari aktifitas bakal calon …