Joya Dibakar Usai Salat, Dituduh Curi Amplifier. Ternyata Ini Alasan Pelaku

Korban yang dibakar hidup-hidup

Korban yang dibakar hidup-hidup

Asep menambahkan, meski Joya dinyatakan sebagai pelaku pencurian ampli di musala tersebut, ia tak sepantasnya mendapat penyiksaan.

Menurutnya, tidak sepatutnya warga berperilaku buas dan main hakim sendiri hingga menyebabkan pelaku meninggal dunia dengan cara dibakar hidup-hidup.

Asep menjelaskan, Joya dilindugi adanya Hak Asasi Manusia (HAM) dan ada Undang-undang yang juga mengaturnya.

“Negara kita, negara hukum, tidak boleh main hakim sendiri,” katanya.

“Ada undang-undang juga mengamanatkan kepada seluruh WNI apabila menemukan tindak kejahatan boleh mengamankan, tertangkap tangan sifatnya atau tertakap basah namun UU juga menginsyaraktkan bahwa selanjutnya adalah agar setelah itu diserahkan kepada pihak yang berwajib,” tutupnya.

(ruh/pojoksatu/pojoksulsel)



loading...

Feeds