Joya Dibakar Usai Salat, Dituduh Curi Amplifier. Ternyata Ini Alasan Pelaku

Korban yang dibakar hidup-hidup

Korban yang dibakar hidup-hidup

POJOKSULSEL.com, BEKASI – Polisi sudah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan tukang servis ampli di Bekasi.

Dua tersangka tersebut menjadi otak pengeroyokan berujung pembakaran hidup-hidup tukang servis ampli di Bekasi, Muhamad Alzahra alias Joya (30).

“Sudah ada dua tersangka. NA (39) wiraswasta dan SU (40) seorang security,” ungkap Kapolrestro Bekasi Kombes Asep Adisaputra, Senin (7/8).

Polisi juga menyatakan bahwa masih ada lima orang lainnya yang ditetapkan sebagai tersangka atas tragedi yang terjadi di Kampung Muara RT 12 RW 07, Desa Muarabakti, Kecamatan Babelan, Selasa (1/8) lalu.

Asep menyatakan, kini pihak masih melakukan pengejaran terhadap lima tersangka dimaksud yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Ya lebih baik menyerah saja. Kami sudah ketahui identitasnya. Kami pasti akan mengejar mereka semua,” tegas Asep.

Asep menambahkan, berdasarkan pengakuan tersangka, keduanya berasalan tega mengkeroyok Joya lantaran kesal Joya telah mencuri amplifier di Musala Al-Hidayah.

“Alasan tersangka hanya karena MA mencuri amplifier saja,” ucap Asep.

Atas perbuatannya itu, dua tersangka dan lima tersangka yang masih buron itu, pihaknya menyangkakan pasal 170 Ayat (2) ke-3e KUHP.

“Ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun penjara,” lanjutnya.



loading...

Feeds