Technopark Bantaeng Termaju di Indonesia

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) RI, Muhammad Nasir berkunjung ke Bantaeng diterima Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) RI, Muhammad Nasir berkunjung ke Bantaeng diterima Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah

POJOKSULSEL.com, BANTAENG – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) RI, Muhammad Nasir, menilai Bantaeng sudah cukup maju di bidang technopark.

Hal itu dijelaskan Muhammad Nasir, di Bantaeng, Sabtu 5 Agustus 2017. Ikut serta dalam kunjungan Menristekdikti ini antara lain Kepala BPPT Dr Unggul Priyanto, Rektor Unhas Prof Dwia Aristina P, Rektor UNM Prof Husain Syam, dan Wakil Rektok IPB Bidang Riset dan Kerjasama Prof Anas Miftah Fauzi.
Kunjungan kerja ini dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) ke-22.

Rombongan menteri diiterima Bupati Bantaeng, HM Nurdin Abdullah di Rumah Jabatan Bupati, yang kemudian dilanjutkan dengan acara inti yang dilangsungkan di Gedung Balai Kartini untuk melakukankan, peninjauan Pameran Hasil Inovasi Kolaborasi antara BPPT dengan Technopark Bantaeng.

Dijelaskan, berbagai inovasi yang berbasis teknologi dikembangkan di daerah ini. Bantaeng sudah bisa mandiri dalam produksi berbagi macam dan jenis bibit unggul, antara lain, bibit padi, jagung, talas savira, kentang, dan lainnya.

Muhammad Nasir, mengatakan, yang perlu dijaga, ke depan, adalah kerbelangsungan agar technopark ini seolah-olah hidup selama-lamanya. Oleh karena itu, menurut Menteri Ristekdikti, harus ada perda yang menjamin.

Bupati Bantaeng, HM Nurdin Abdullah dalam sambutannya menjelaskan, pemerintah telah melindungi technopark Bantaeng dengan aturan peraturan Daerah.

Nurdin Abdullah menjelaskan, Technopark Bantaeng, berhasil meningkatkan kapasitas pengusaha talas, jagung, dan padi. Telah terjafi transaksi antarprovinsi.

Bibit padi, jagung dari Bantaeng telah dikembangkan di Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, Tanah Karo, Sulawesi Barat, Kabupaten Nias, dan Gorontalo untuk kepentingan lokal. Technopark Bantaeng juga sukses mengembangkan bibit ikan nila gesit yang bisa dibudifayakan di laut.

Sedangkan bibit talas untuk kepentingam ekspor dikembangkan dibenerapa daerah di Sulsel dan Tanah Bumbu. Di Tanah Bumbu berhasil membangun pabrik tepung talas, membangun pabrik yang menghasilkan kolagen. Dijelaskan, kebutuhan benih untuk Indonesia cukup besar.

Kunjungan ini menurut Nurdin Aabdullah, tentunya menjadi motivasi bagi pemerintah Bantaeng untuk terus berakselerasi melakukan inovasi. “Perjalanan sembilan tahun BPPT di Bantaeng telah memberikan dampak yang sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Termasuk pembangunan Akademi Komunitas pada Kawasan Industri Bantaeng dengan jenjang Pendidikan Diploma 2 yang diharapkan dapat menjadi cikal bakal berdirinya program studi strata satu atau jenjang yang lebih tinggi lagi,” ujar Nurdin Abdullah.

Jauh sebelum adanya rancangan resmi tentang Technopark di Indonesia, kata bupati yang memimpin Bantaeng selama dua periode ini, di Bantaeng sudah memulai. Ketika Technopark dicanangkan, Bantaeng menjadi salah satu daerah yang ditugaskan BPPT untuk pembangunan Technopark, dan bisa dikatakan sukses.

Hal tersebut juga disampaikan Kepala BPPT Unggul Priyanto dalam sambutannya bahwa Bantaeng adalah salah satu kabupaten Technopark yang paling berhasil dari technopark di Indonesia.

“Ini semua berkat kepemimpinan Bupati Bantaeng yang sangat mendukung kemajuan daerahnya. Maka dari itu saya berharap keberlangsungan technopark di daerah ini dapat semakin maju dan tidak bergantung pada siapa kepala daerahnya,” ujar Priyanto.

Turut hadir pada kegiatan tersebut yakni Anggota DPR RI Komisi VII Dapil Sulsel Andi Yuliana Paris, Dirjen Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe, Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Palubuhu, Rektor UNM Prof Husain Syam, Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama IPB Prof Anas Miftah Fauzi, Senior Manager BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Sulawesi Maluku, Usman Rappe, dan Direktur Operasi PT. Barata Indonesia, Tony Budi Santoso.

(rilis)



loading...

Feeds