Pengasuh Ponpes Garap Santri Usai Salat Subuh

Ilustrasi pencabulan

Ilustrasi pencabulan

POJOKSULSEL.com – Seorang oknum pengasuh sebuah pondok pesantren (Ponpes) di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Mb, 58, terpaksa berurusan dengan aparat kepolisian.

Diduga mencabuli atau menyetubuhi santriwatinya, Melati, 11 (nama samaran). Pelaku pun ditahan di Polres Pasuruan, Sabtu (5/8) siang.

 

Pelaku ditahan, setelah dilaporkan orang tua korban ke Polsek Gempol. Mendapat laporan itu, petugas Polsek Gempol melakukan penyelidikan, sebelum akhirnya menahan pelaku.

Ipda Khoirul Anam, Kanit Reskrim Polsek Gempol menuturkan, orang tua korban melaporkan dugaan pencabulan itu pada 11 Maret 2017. Korban sendiri adalah warga Jabon, Kabupaten Sidoarjo, siswa kelas 5 SD.

“Pelaporan sudah dilakukan Maret lalu. Lalu kami tindaklanjuti dengan memanggil saksi. Termasuk, melakukan visum pada korban. Dan akhirnya kami amankan pelaku,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pencabulan itu dilakukan pada 4 Maret 2017 di lokasi Ponpes. Kejadiannya, pukul 05.00, setelah salat subuh.

Setelah dicabuli, korban menceritakan hal itu pada orang tuanya. Saat itu juga, orang tua korban melaporkan pelaku ke Polsek Gempol.

Polsek pun langsung melakukan penyelidikan. Sejumlah barang bukti juga diamankan. Yaitu pakaian korban, santri, kaos lengan panjang, celana dalam dan kerudung korban.

Polsek lantas menangkap pelaku, Sabtu siang, pukul 11.00. Pelaku ditangkap saat berjalan sendirian di Jalan Raya Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Hari itu juga, pelaku ditetapkan sebagai tersangka.

Sekitar pukul 12.30, pelaku dibawa ke Polres Pasuruan untuk pengamanan lebih lanjut. “Untuk proses penyelidikan tetap kami lanjutkan. Namun, untuk keamanan kami kirim ke ruang tahanan Polres Pasuruan. Juga untuk memudahkan proses penyidikan selanjutnya,” ungkapnya.

(JPG)



loading...

Feeds