Inikah Alasan Hary Tanoe Dukung Jokowi?

Hary Tanoesoedibjo

Hary Tanoesoedibjo

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – CEO MNC Group yang juga Ketua Umum Persatuan Indonesia (Perindo), Hary Tanoesoedibjo, telah mengumumkan untuk mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal ini menarik, pasalnya selama ini grup media yang dimilikinya ini selalu memberikan kritik pedas terhadap pemerintah.

Latas kenapa Hary Tanoesoedibjo mendadak mendukung pemerintah?

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menduga dibalik dukungan ke pemerintah tersebut, sebenarnya Hary Tanoe sedang tersandera lantaran ada kasus hukum yang membelitnya, yakni dugaan ancaman melalui pesan singkat kepada Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto.

Dugaan Ujang, pemerintah berupaya menggunakan kekuatannya untuk bisa menaklukan Hary Tanoe. Pasalnya, pria kelahiran Surabaya ini punya bergaining kuat membantu Jokowi terpilih lagi menjadi Presiden Indonesia di 2019.

“Dalam politik namanya petahana dan partai koalisi akan berusaha untuk menaklukan lawan-lawannya. Nah salah satu caranya melalui instrumen hukum,” kata Ujang kepada JawaPos.com, Minggu (6/8).

Dukungan Hary Tanoe ke Jokowi juga seperti simbiosis mutualisme. Mereka akan saling mendapat keuntungan. Dengan latar belakang pengusaha akan banyak keuntungan yang didapat mantan politikus Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini.

“Karena memang pengusaha ini harus dekat dengan penguasa yang memiliki kebijakan ekonomi, sosial dan politik,” katanya.

Sementara pengamat politik dari Universitas Al Alzar Indonesia (UAI) ini menambahkan, sudah pasti di 2019 nanti semua media yang dimiliki Hary Tanoe akan mempromosikan Jokowi. Pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah ini akan dipoles sedemikian rupa guna menggaet hati rakyat Indonesia untuk memilihnya.

Kejadian ini sama seperti pada saat Partai Nasional Demokrat (Nasdem) mendeklarasikan diri mendukung Jokowi di 2014. Kata dia, semua serangan udara dimulai‎ hal-hal yang berbau Jokowi pun dibuat kampanye Pilpres.

“Nanti akan terjadi juga dengan medianya Hary Tenoe, ketika mendukung Jokowi pemberitaan akan diarahkan ke pencitraan dan kemenangan petahana di 2019,” pungkasnya.

Sebelumnya, Hary Tanoesoedibjo mengungkapkan dukungan kepada Presiden Jokowi akan dibahas dalam Rapat Pimpinan Nasional Perindo. Namun besar kemungkinan Perindo mendukung Presiden Jokowi pada 2019.

Dengan adanya Perindo, maka koalisi pemerintah akan semakin gemuk. Saat ini sudah ada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

(cr2/JPC)



loading...

Feeds