Eks Ketua KPU Sulsel Sebut NH-Aziz Ditakuti Lawan, Ini Alasannya

Jayadi Nas

Jayadi Nas

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Pengamat politik Universitas Hasanuddin yang juga matan Ketua KPU Sulsel Jayadi Nas mengungkapkan, pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur SulselNurdin Halid dan Abd Aziz Qahhar Mudzakkar (NH – Aziz) ditakuti oleh lawan politiknya di Pilgub Sulsel 2018.

Alasannya menurut Jayadi, sejak NH resmi mendaulat Aziz Qahhar di Pilgub Sulsel 2018, konstalasi politik di Sulsel langsung berubah, yakni langsung mengarah pada dua tokoh ini.

“NH-Aziz kini adalah pasangan yang paling diperhitungkan dan ditakuti lawan politiknya, utamanyan oleh calon yang akan maju di pesta demokrasi 2018 itu,” terang Jayadi Nas.

Menurut Jayadi, pasangan representasi nasionails-religius itu merupakan tokoh yang sangat berpengalaman dan tidak diragukan lagi kapasitas dan kapabillitasnya.

NH misalnya, kata Jayadi, pengalaman dan ketokohannya yang dibangun dari hal kecil hingga menjadi tokoh nasional bahkan internasional merupakan nilai tambah.

“Apalagi sekarang ini, selain Plt Ketua Golkar Sulsel dan sebagai Ketua Harian DPP Golkar, Pak NH juga menjadi penentu kemana arah Golkar sebab dia adalah pengendali sementara DPP Golkar,” ungkap Jayadi Nas di Makassar, Minggu (6/8/2017).

Sedang Aziz, kata Jayadi, selain dikenal di Sulsel sebagai tokoh politik dan tokoh agama, Aziz juga telah menunjukan taringnya di level nasional sebagai salah seorang anggota DPD RI.

“Pak Ustad Aziz sudah tiga periode di DPD RI, yang diingat pengalamannya kalah dua kali, tentu Aziz telah melakukan evaluasi dan sudah mempersiapkan strategi yang lebih baik dalam menghadapi Pilgub Sulsel mendatang,” imbuh akademisi Unhas Makassar tersebut.

Mesk demikian, Jayadi menyebutkan, pasangan ini dan elemen pendukungannya tidak oleh lengah. Tim pemenangan NH-Aziz tidak boleh terlena dan harus tetap bekerja maksimal.

“Politik itu dinamis dan tensi politik jelang Pilgub Sulsel semakin hari semakin memanas. Jadi, untuk menang, semua tim pemenangan NH-Aziz harus tetap bekerja keras, sistematis dan terukur,” pungkas Jayadi.

(gunawan/pojoksulsel)



loading...

Feeds