Untuk Victor Laiskodat

Rahmad M Arsyad

Rahmad M Arsyad

BUNG Victor Laiskodat, menyebut nama anda saya jadi ingat sahabat saya di kampus dulu yang kebetulan punya nama depan sama dengan Anda, Viktor. Kalau sedang bercanda, kami sering memplesetkan namanya jadi Vikiran Kotor.

Namun, itu sekadar plesetan karena sahabat saya itu punya pikiran bersih, tercermin lewat kata-kata dan tindakan yang dilakukan. Walau berbeda agama, suku dan bacaan dengan saya, sahabat saya itu tidak pernah berkata asal, apalagi kasar.

 

Viktor teman saya itu, juga tidak gampang menuduh dan curiga seperti anda yang mungkin lebih tepat disematkan plesetan itu, vikiran kotor.

Sekedar bung tau, sahabat saya itu begitu rajin organisasi, bergaul dan membaca. Karena itu, dia paham mana organisasi dan orang-orang yang anti NKRI dan mana yang tidak.

Viktor teman saya, juga paham mana kelompok yang toleran dan mana yang intoleran, bukan asal bicara seperti anda yang suka se-enaknya, langsung bilang parpol yang menolak undang-undang ormas pasti pendukung khilafah.

Kalau Anda ketemu Viktor, sahabat saya yang gemar filsafat dan kajian logika itu, pasti anda akan diceramahi tentang Fallacy of Dramatic Instance, kesalahan berpikir yang disebabkan karena kecenderungan untuk melakukan analisa masalah sosial dengan penggunaan satu dua kasus, untuk mendukung argumen yang bersifat general atau cara berpikir over generalisation.

Ya seperti logika dangkal Anda, partai Demokrat, Gerindra, PKS, PAN yang menolak undang-undang ormas pasti mendukung kelompok intoleran dan berdirinya khilafah dengan tujuan menghapuskan NKRI dan mengancam mereka yang berbeda keyakinan.

Bung Viktor Laiskodat,

Kalau Anda suka membaca dan berpikir sebelum bicara, pasti anda paham apa yang dimaksud sebagai khilafah, juga begitu multi tafsir dikalangan muslim dan kelompok harakiyah Islam sendiri.

PKS misalnya, sebagai partai yang orang-orang seperti anda sering asosiasikan merupakan kelompok pejuang khilafah islamiyah, kalau anda bedah secara mendalam memiliki cara pandang yang jauh berbeda soal wujud khilafah dan perjuangan mewujudkan daulah islamiyah dengan kelompok seperti Hizbut Tahrir (HT).



loading...

Feeds