Suami Tewas di Bakar Gegara Dituduh Curi Amplifier Masjid, Ini Kisah Pilu Sang Istri

Korban yang dibakar hidup-hidup

Korban yang dibakar hidup-hidup

POJOKSULSEL.com – Media sosial dikagetkan dengan berita seorang pria dibakar hidup-hidup hanya karena dituding sebagai pencuri amplifier atau alat untuk pengeras suara di Musala Al-Hidayah Kampung Cabang Empat, RT 02 RW 01, Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Bekasi, Selasa (1/8/2017) petang.

Kisah ini semakin miris, setelah belakangan diketahui korban yang bernama M Alzahra alias Joya (30) warga Kampung Kavling Jati, RT 04 RW 05, Nomor 141, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara itu seorang tukang reparasi perangkat pengeras suara.

Keluarga korbanpun mengutuk keras tindakan main hakim sendiri yang menewaskan Joya.

“Sampai saat ini, saya tidak percaya suami saya melakukan itu. Saya tidak terima, perbuatan mereka tega, tidak berprikemanusiaan,” kata Siti Jubaida (25), istri terduga pelaku, Jumat (4/8/2017).

Siti yang tengah mengandung 7 bulan itu, menyebutkan bahwa sebelum kejadian tragis tersebut, suaminya berpamitan hendak menjual sejumlah amplifier dan speaker kepada konsumennya.

Usaha kecil-kecilan itu pun itu telah dilakukan Joya, jauh sebelum membangun bahtera keluarga bersama Siti. Caranya dengan berkeliling dari kampung ke kampung untuk menawarkan jasa dan keahliannya mengutak-atik speakers setiap hari.

“Keluarga kami bisa makan dari reparasi salon speakers. Usaha ini udah lama. kadang dia jual ke Cileungsi, kadang ke Jakarta. Tapi mayoritas pelanggannya dari online juga,” jelasnya.

Saat kejadian, kata Siti, suaminya sempat menelepon dan bercerita jika dirinya dalam perjalan pulang. Ia pun mengira jika suaminya tersebut menyempatkan diri untuk mampir ke Musala setempat untuk menjalankan shalat.

Apalagi, almarhum memang dikenal sebagai sosok yang selalu tepat waktu menjalankan ibadah dan Shalat lima waktu. Keluarga pun menegaskan jika Joya adalah korban salah sasaran.

“Dia jam 11 siang keluar membawa speaker. Memang setiap hari dia keluar untuk dagang. Nah, sorenya dia sempat telpon, bilang dalam perjalanan pulang. Saya mengira jika suami saya sambil membawa alat-alatnya dan mampir ke Musolah untuk sholat. Karena takut hilang, dia bawa ke dalam. Entah bagaimana dia lalu disebut maling,” jelasnya.



loading...

Feeds