Kader Bangsa Fellowship Program Hadirkan Danny dan Tokoh Nasional

Walikota Makassar Danny Pomanto saat menjadi pembicara di hadapan para pemuda yang tergabung dalam Kader Bangsa Fellowship Program dengan tema

Walikota Makassar Danny Pomanto saat menjadi pembicara di hadapan para pemuda yang tergabung dalam Kader Bangsa Fellowship Program dengan tema "Membangun Kota Membahagiakan Masyarakat" di Hotel Yello Manggarai, Jumat (4/8/2017).

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI) adalah pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan standar hidup pada sebuah kota. IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.

Makassar adalah salah satu kota yang memiliki IPM tinggi yakni 80.53. Karena itulah Walikota Makasaar Danny Pomanto diundang menjadi pembicara di hadapan para pemuda yang tergabung dalam Kader Bangsa Fellowship Program dengan tema “Membangun Kota Membahagiakan Masyarakat” di Hotel Yello Manggarai, Jumat (4/8/2017).

Di hadapan 50 peserta Kader Bangsa Fellowship Program KBFP, Wali kota Danny mengungkap rahasia bahwa tingginya IPM Makassar. Salah satunya adalah membangun Kota yang dimulai dari membangun lorong.

“Karena lorong ibarat sel dalam tubuh. Jika sel baik maka tubuh baik begitupun sebaliknya. Seperti itulah lorong memegang peranan dalam pembangunan satu kota,” pungkasnya.

Menjadi pemimpin, kata Danny, membutuhkan keberanian dalam kebenaran. Pemimpin yang baik itu bukan cuma mampu berinovasi namun juga menghadirkan solusi dan mampu beradaptasi terhadap perubahan.

Selain itu, Danny juga menggambarkan bagaimana membangkitkan keterlibatan publik yang tinggi dalam mendukung berbagai program pemerintah.

Sebut saja dalam program lorong garden (Longgar) yang tidak menggunakan anggaran pemerintah, melainkan murni partisipasi masyarakat. Begitupun dalam menyukseskan gerakan religi seperti buka puasa bersama 5.000 anak yatim dan kaum dhuafa setiap minggu bulan puasa lalu.

“Kami hanya meminta infak pegawai dalam satu SKPD, kita minta setiap orang menginfakkan satu takjil, nasi bungkus, dan amplop minimal Rp20ribu. Terkumpul 100 orang per SKPD dikali 50 SKPD jadi terpenuhi 5.000 tanpa uang negara,” paparnya lagi.

Seperti diketahui, Indek kebahagiaan Makassar saat ini mencapai 75,21 persen. Secara nasional, kata Danny, ukuran rata-rata indeks kebagian masyarakat berkisar 69 persen. Sedangkan jika diperbandingkan dengan kota-kota metropolitan lainnya di Indonesia berkisar 70 persen.

Sesuai survei Celebes Research Centre (CRC) keberhasilan Danny Pomanto membawa perubahan di Kota Makassar juga dibuktikan pada 10 indikator lainnya. Antara lain, aspek keharmonisan keluarga 85,86 persen, aspek hubungan sosial 79,40 persen, aspek ketersediaan waktu luang 77,18 persen, aspek keadaan lingkungan 76,78 persen.

Kemudian aspek kondisi perumahan dan aset 75,89 persen, aspek kesehatan 74,93 persen, aspek kondisi keamanan 74,78 persen, aspek pekerjaan 74,47 persen, aspek pendapatan rumah tangga 68,11 persen, dan aspek pendidikan 64,67 persen.

Menjadi narasumber lain yang diagendakan pada kegiatan ini diantaranya Presiden RI Joko Widodo, Kapolri Tito Karnavian, Ketua KPK Agus Raharjo, Ka Staff Presiden Teten Madsuki, Mensos Khofifah Indar Parawansa, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto.

(rilis/pojoksulsel)



loading...

Feeds