Bersama 13 Anaknya, Pak Kyai Ini Tinggal di Kandang Kambing, Ada yang Peduli?

Tempat Saribini dan 13 anaknya tinggal. (Radar Banten/Jawa Pos Grup)

Tempat Saribini dan 13 anaknya tinggal. (Radar Banten/Jawa Pos Grup)

POJOKSUMUT.com, BANTEN – Di saat sejumlah para pesohor Tanah Air memamerkan sejumlah kekayaannya, nun jauh di sana, tepatnya di Kampung Palembangan RT 01/03, Desa Dukuh, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, ada satu keluarga dengan 13 anak yang harus hidup di gubuk bekas kandang kambing.

Yang membikin miris, keluarga yang tinggal ini adalah seorang pemilik pondok pesantren (ponpes) yang dulunya memiliki sejumlah santri. Namanya Sarbini (52). Sejak 2000, dia sejatinya telah mengajar di ponpesnya.

Lokasi ponpes tak jauh dari tempat tinggalnya sekarang.

“Sejak tahun 2000, disini (Kampung Palembangan-red) sering kebanjiran. Awal-awalnya banjir biasa saja, tapi terakhir (2013-red) ini ada tanggul untuk menahan banjir namun jebol, langsung m enghantam rumah saya,” ungkap Sarbini dilansir Radar Banten Online (Jawa Pos Grup).

Ia mengaku sejak mengungsi, rumahnya sudah roboh akibat banjir. Selain itu, terang Bapak 13 anak ini, kambing-kambing miliknya hilang dicuri orang. Sejak itu, Sarbini, berinisiatif menempati kandang kambingnya menjadi tempat untuk tidur dan berkegiatan sehari-hari.

“Kalau anak yang kecil-kecil tidur bareng saya di gubuk kecil di belakang. Kalau yang sudah besar-besar tinggal di gubuk (bekas kandang kambing-red). Dulu tidur bareng-bareng karena anak-anak masih pada kecil,” ucapnya.

Pondasi rumah di samping gubuk bekas kambingnya pun, direncanakan oleh Sarbini untuk dibangun rumah kembali. Namun, ia tidak tahu darimana dana membangun rumahnya.

“Itu (pondasi-red) urusan anak. Itu ada bata juga. Tapi, ya sampai sekarang belum dibangun juga, nggak ada biaya,” terangnya.

Selain menjadi tempat berhuni, kata Sarbini, gubuknya dijadikan tempat belajar bagi anak-anaknya, seperti belajar mengaji, hitung-menghitung dan lainnya.

“Sebenarnya saya ingin anak-anak bisa mendapat pendidikan tinggi. Tapi tidak ada biaya. Selama saya masih bisa memberikan pendidikan agama kepada anak-anak saya, karena belajar itu bukan di sekolah saja. Disini juga sama, saya beri pelajaran untuk anak-anak saya karena itu tugas dan kewajiban saya sebagai seorang Bapak,” terangnya.



loading...

Feeds

politik sulsel, pemilu 2019, kpu maros, ppk maros, tes ppk maros

114 Calon PPK Maros Ikut Ujian Tulis

POJOKSULSEL.com MAROS – Sebanyak 144 calon Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se Kabupaten Maros mengikuti tes tertulis di Gedung Serbaguna …