Proyek Tonrangen Riverside Parepare di-Mark-Up?

Walikota Parepare Taufan Pawe saat memantau progres proyek Tonrangen Riverside, Sabtu (4/2/2017).

Walikota Parepare Taufan Pawe saat memantau progres proyek Tonrangen Riverside, Sabtu (4/2/2017).

POJOKSULSEL.com, PAREPARE – Jembatan Layang Tonrangen Riverside, Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki, Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), ‎kini menjadi idola baru.

Wajah kota kelahiran Presiden ke 3 Bj Habibie dibuatnya makin menarik dan indah, dengan dekorasi pencahayaan dan pemandangan laut dikawasan tersebut membuat jembatan ini menjadi ikon baru.

Namun siapa sangka, mega proyek yang menelan uang hasil pajak dari rakyat sebesar ‎Rp 23 miliar itu terindikasi menyalahi aturan penggunaan dana alias Mark-up.

Dananya bersumber dari anggaran Insfrastruktur Publik Daerah (IPD) bantuan pemerintah pusat yang dialokasikan ke Parepare melalui Dinas Pekerjaan Umum di tahun 2016. ‎

Penggiat anti korupsi‎ dari lembaga Indonesia Timur Coruptions Watch (ITCW) menuding proyek tersebut bermasalah.

Material bangunan yang digunakan diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Kami temukan adanya indikasi perbuatan melawan hukum dalam tekhnis pengerjaan proyek itu,” kata Jasmir Laintang, koordinator ITCW, Kamis (3/8/2017).

Tak hanya itu, sebut dia, Jasmir juga menemukan adanya kekurangan bobot dalam proyek tersebut.‎

“Material yang digunakan ‎kami duga tidak sesuai, bobotnya tidak berdasarkan yang tercantum dalam kontrak,” sebutnya.

Sehingga kata dia aparat hukum harus proaktif dalam meyikapi hal itu demi menyelamatkan uang rakyat.

“Aparat jangan berkesan kendor menyikapi indikasi-indikasi menyimpang dalam penggunaan uang rakyat oleh pelaksana,” ungkap Jasmir.

Di tempat lain, rekanan proyek dari PT Wira Karsa, Andi Iwan, membantah adanya penyimpangan seperti yang ditudingkan.

Dia mengkalim proyek yang dikerjakan sudah sesuai. Bahkan menurutnya sudah sesuai dengan kontrak.

“Kan ada konsultan pengawas dan konsultan perencana. Saya cuman mengerjakan, bukan pembeli barang,” singkat Andi Iwan, melalui via ponsel. (haerul amran/pojoksulsel)



loading...

Feeds