Ngeri!!! 54 Ribu Bandar dan Pengedar Narkoba Ada di Penjara

Ilustrasi

Ilustrasi

PEREDARAN narkoba di Indonesia sudah semakin mengkhawatirkan. Terbaru peredaran narkoba jenis ekstasi atau inex sebanyak 1.2 juta butir dengan nilai Rp 600 miliar. Parahnya, barang haram itu dikendalikan oleh oleh narapidana di Lapas Batu, Nusakambangan bernama Aseng.

Sekretaris Dirjen Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami mengatakan, pihaknya telah menyiapkan empat lapas khusus narkoba di empat wilayah.

Seperti Lapas Gunung Sindur di Kabupaten Bogor, Lapas Langkat di Sumatera Utara, Lapas Batu di Nusakambangan, dan Lapas Asongan di Kalimantan Tengah.‎

Menurut Sri, adanya empat lapas itu lantaran makin banyaknya pengedar narkoba dan orang yang memakai barang haram di negeri ini. Sehingga dibutuhkan penanganan khusus bagi para pelaku kejahatan narkoba ini.

“Dari data yang ada bandar dan pengedar jumlahnya 54 ribu lebih, kemudian pengguna sekitar 32 ribu lebih,” ujar Sri saat konfrensi per dai Kantor Ditjen PAS, Jalan Veteran, Jakarta, Rabu (2/8).

Ditambahkan Sri, sebanyak 54 ribu bandar dan pengedar serta 32 ribu pengguna narkoba itu kesemuannya telah menjalani hukuman. “Itu semuanya ada di lapas dan rutan di seluruh Indonesia,” katanya.

Sebelumnya, Plt Dirjen Permasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Makmun ‎mengatakan, pihaknya telah menetapkan empat lapas khusus bagi para bandar narkoba.

Empat lapas yang dipilih oleh Kemenkumham, adalah Lapas Gunung Sindur di Kabupaten Bogor, Lapas Batu di Nusakambangan, Lapas Asongan di Kalimantan Tengah dan Lapas Langkat di Sumatera Utara.

Diharapkan dengan adanya Lapas tersebut dapat menghilangkan peredaran narkoba yang diatur oleh narapidana dalam Lapas.

Karena empat lapas tersebut akan menjadi prioritas pemerintah. Apalagi infrastrukturnya juga lebih lengkap dibandingkan dengan lapas biasa.

(cr2/JPC/pojoksulsel)



loading...

Feeds