Kasus Pembobolan Brankas PDAM, Ketua Komisi A: Polisi Harus Terbuka

Abdi Asmara

Abdi Asmara

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Ketua Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Makassar, Abdi Asmara mengungkapkan proses penyidikan yang dilakukan pihak kepolisian atas kasus pembobolan brankas di Kantor PDAM Makassar harus dilakukan secara terbuka.

Diketahui, kepolisian telah mengidentifikasi empat orang yang terlibat dan telah menetapkan tersangka. Dua diantaranya bahkan telah ditahan.

“Proses penyidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian ini harus terbuka. Dibuka kepada masyarakat, iyakan. Jangan sampai ada indikasi-indikasi ada orang terlibat di situ. Ini harusnya yang dibuka. Supaya masyarakat tahu bahwa seperti itu kondisinya,” ungkap Abdi saat ditemui di DPRD Makassar, Rabu (2/8/2017).

Ketua Fraksi Demokrat ini juga berharap pihak kepolisian bekerja secara profesional. Ia bahkan mengapresiasi, dalam jangka waktu hampir dua minggu kepolisian telah berhasil menetapkan tersangka.

Hanya saja, Abdi tak mau jauh mengomentari terkait kejadian pembobolan tersebut. Ia menyerahkan seluruh proses pada kepolisian.

“Tapi memang ada aturan maksimal 50 juta yang bisa disimpan di brankas. Melebihi dari 50 juta itu harus ada berita acara,” kata Abdi.

“Kita berharap proses yang terjadi disini apakah ada kesalahan administrasi atau tidak, tentunya akan ada nantinya punishment yang ada di internal PDAM,” tambahnya.

(chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds