Kasus Brankas Dibobol dan Kebakaran, Anggota Dewan Desak Danny Pomanto Evaluasi Dirut PDAM

Melani Mustari | DOK. POJOKSULSEL

Melani Mustari | DOK. POJOKSULSEL

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Rentetan kejadian yang menimpa Perusahaan Daerah (Perusda) milik Pemerintah Kota Makassar, PDAM dalam beberapa hari ini dinilai tidak wajar. Pernyataan itu disampaikan oleh anggota DPRD Makassar, Melani Mustari.

Mulai dari kasus perampokan yang menguras Rp1,2 miliar di berangkas milik PDAM, hingga pada kasus kebakaran yang terjadi Minggu dini hari, “Ini harus diusut tuntas, secara serius. Publik menaruh kecurigaan, kejadian ini tidak wajar,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah Kota Makassar melalui Walikota Makassar Danny Pomanto sebagai owner PDAM segera mengevaluasi Dirut PDAM Haris Yasin Limpo, yang akrab disapa Nyayang itu.

Sangat tidak adil, kata legislator Golkar itu, jika seorang kepala sekolah dipecat lantaran kecurian, sementara menghilangkan miliaran kas daerah tidak disikapi secara tegas oleh pemerintah.

“Kan tidak adil, masa kepala sekolah diberhentikan. Sementara Dirut Perusda tidak. Padahal jumlah uang yang dirampok lebih banyak,” ujar Melani, Selasa (1/8/2017) kemarin.

Sebelumnya Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar, Busranuddin Baso Tika menegaskan bahwa unsur direksi harus bertanggung jawab perihal keuangan negara itu. Dia menilai bahwa ini adalah kelalaian direksi.

“Tetap yang bertanggung jawab itu dari yang utama, PDAM. Itu kan uang adalah uang negara, jadi apa yang terjadi itu harus di pertanggung jawabkan,” kata BBT, akronim akrab Busranuddin Baso Tika.

Olehnya dia menegaskan agar PDAM Kota Makassar segera mengganti kehilangan di PDAM, khususnya uang tunai. Alasannya, lanataran direksi PDAM dinilai teledor.



loading...

Feeds