Telegram Pekerjakan Orang Indonesia, Ini Janji CEO Pavel Durov

CEO Telegram Pavel Durov

CEO Telegram Pavel Durov

UNTUK mencegah tersebarnya gambar, video, atau propaganda ujaran kebencian tentang radikalisme, CEO Telegram Pavel Durov memiliki komitmen untuk memperbaikinya.

Dia mengatakan bahwa pihaknya telah merekrut orang dari Indonesia. Sehingga apabila ada propaganda yang dilakukan oleh pelaku teror bisa langsung ditindaklanjuti.

“Karena Telegram sudah menambah anggota dari Indonesia dalam tim,” ujar Durov dalam konfrensi pers di Kantor Kemenkominfo, Jakarta, Selasa (1/8/2017).

Pria asal Rusia ini menambahkan, dengan adanya tim dari Indonesia maka akan bisa bergerak cepat apabila ada propaganda yang sifatnya radikalisme. Dulu yang proses penghapusannya sampai 24 atau 32 jam. Maka saat ini akan cepat.

“Karena Telegram akan lebih cepat merespon hal tersebut,” katanya.

Menurut Durov, sudah menjadi kewajiban dari Telegram untuk mencegah adanya kegiatan-kegiatan terorisme. Karena hal itu sangat membahayakan negara-negara lain termasuk Indonesia.

“Jadi memang tidak boleh adanya kegiatan terorisme atau hal-hal yang melanggar,” pungkasnya.

(cr2/JPC/pojoksulsel)



loading...

Feeds