Masih SMP Kok Gaya Pacarannya Sudah Kebablasan…

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSULSEL.com – Para orang tua sebaiknya harus lebih mengawasi anak-anaknya, terlebih jika sudah mau menginjak dewasa.

Seperti yang dilakukan oleh dua bocah yang masih sama-sama di bawah umur menjalin hubungan asmara hingga kebablasan.

Rid, 16, asal Romokalisari RT 02 RW 02 Kecamatan Benowo Kota Surabaya dan Nes, 12, asal Kedanyang, Kecamatan Kebomas baru kenal sehari.

Malam harinya kedua bocah ini melakukan hubungan suami istri di pos kampling Desa Melirang, Kecamatan Bungah.

Sialnya, si laki-laki dipolisikan hingga disidang di Pengadilan Negeri Gresik, kemarin.

Terdakwa anak yang didampingi penasehat hukum itu diadili oleh hakim tunggal Fitria Ade Maya. Dia dihadapkan pada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Budi Prakoso. Pada sidang pertama kemarin, anak didakwa telah melakukan persetubuhan kepada anak di bawah umur. Hal itu melanggar pasal 81 UU Perlindungan Anak.

Dalam dakwaannya, JPU Budi Prakoso menjelaskan kronologi kejadian memperihatinkan tersebut. Korban dijemput terdakwa anak di suatu tempat dan diajak untuk jalan-jalan. Kemudian keduanya berhenti di pos kampling Desa Melirang, Kecamatan Bungah. Sekitar pukul 00.00 dua bocah ini bercumbu hingga terjadi hubungan suami istri.

Setelah itu, keduanya pergi ke Mojokerto mengantar korban ke rumah neneknya. Karena telah dicari oleh keluarga, terdakwa anak kemudian dipolisikan. Dari hasil pemeriksaan, keduanya mengakui telah melakukan hubungan layaknya suami istri.

“Anak didakwa melanggar Pasal 81 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Anak melakukan bujuk rayu dan serangkaian kebohongan untuk melakukan persetubuhan dengan korbannya yang masih anak-anak,” ujar Budi saat membacakan dakwaan.

Usai membacakan dakwaan, persidangan langsung dilanjutkan pemeriksaan saksi korban dan terdakwa anak. Keduanya dipisah atas permintaan korban yang tak ingin bertemu dengan terdakwa anak. Dari hasil pemeriksaan tersebut didapatkan, korban juga berperan dalam kasus tersebut. “Dia yang mulai mencium duluan,” tutur terdakwa anak usai persidangan.

Kuasa hukum terdakwa, Lina Kamilah menyebutkan, korban tidak hanya sekali melakukan hal tersebut. Sedangkan terdakwa anak malah baru sekali itu melakukan hubungan layaknya suami istri. “Nanti kami sampaikan pada pledoi setelah tuntutan hal tersebut. Agar menjadi pertimbangan hakim saat putusan,” tandansya.

Sidang pun ditunda selama satu minggu ke depan dengan agenda pembacaaan tuntutan. Masa penahanan anak yang singkat membuat sidang juga dipercepat. Ditargetkan, sebelum 20 hari, sidang anak tersebut sudah diputus. (bro/rof)

(JPG)



loading...

Feeds