Kodong… Jenazah Napi Tewas di Lapas Makassar Belum Dijemput Keluarga

Ka Lapas Makassar Marasidin (dua dari kiri) memberikan keterangan pers terkait meninggalnya warga binaan di ruang isolasi penyakit menular di Lapas Klas I Makassar, Senin (31/7/2017). | POJOKSULSEL - MUH FADLY

Ka Lapas Makassar Marasidin (dua dari kiri) memberikan keterangan pers terkait meninggalnya warga binaan di ruang isolasi penyakit menular di Lapas Klas I Makassar, Senin (31/7/2017). | POJOKSULSEL - MUH FADLY

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Jenazah Ilyas Muhammad (59) yang ditemukan tewas di kamar isolasi penyakit menular Blok B1 Lapas Klas I Makassar pukul 08.00 Wita pagi tadi, Senin (31/7/2017), belum dijemput pihak keluarga.

Kepala Lapas Klas I Makassar Marasidin mengatakan, petugas Lapas Makassar masih berkoordinasi lebih lanjut dengan keluarga korban.

 

“Kita sudah hubungi istrinya, tetapi belum ada kesepakatan untuk penjemputan jenazah untum dimakamkan,” kata Marasidin, Senin (31/7/2017).

Dikatakan Marasidin, anggota Lapas Klas I Makassar bersama jajaran Polsek Rappocini masih berusaha memediasi ke saudara almarhum yang tinggal di Samata, Kabupaten Gowa untuk mengurus pemakaman jenazah korban.

Marasidin mengungkapkan, pengurusan pemakaman jenazah baru dapat diambil alih pihak Lapas Makassar, apabila ada surat terima jenaza dari pihak keluarga. Dan atau jenazah warga binaan tersebut belum diurus sampai 1×24 jam.

“Kalau sudah lewat 1×24 jam dan belum ada kepastian pengurusan pemakaman almarhum dari pihak keluarga. Kita akan ambil alih,” katanya.

Ia mengatakan, selama warga binaan tersebut menjalani hukuman di Lapas Makassar, pihak keluarga sangat jarang membesuknya.

Almarhum merupakan warga binaan Lapas Makassar yang divonis 12 tahun penjara karena terjerat kasus perlindungan anak. Almarhum telah menjalani hukumannya selama 2 tahun lebih.

Sejak masuk di Rutan Makassar pada 28 Desember 2015, pelaku telah menjalani perawatan jalan. Dan masuk sebagai warga binaan di Lapas Makassar pada Februari 2016.

Klinik kesehatan Lapas Makassar mulai menangani pengobatan pelaku sejak Maret 2016 lalu.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds