Prihatin, Terjadi Krisis Lagu Anak

Gita Gutawa

Gita Gutawa

ERWIN Gutawa serta Gita Gutawa mengaku prihatin dengan kondisi musik anak di Indonesia saat ini. Hal itu bisa dilihat dari minimnya lagu anak yang beredar sekarang.

“Ya menurut saya saat ini musik anak emang lagi krisis,” kata Gita Gutawa saat jumpa pers di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (27/7/2017).

“Padahal menurut saya, kita di Indonesia punya bakat anak yang luar biasa dan di atas rata-rata. Bahkan bisa berprestasi di internasional,” imbuh Erwin Gutawa.

Karena keprihatinan itu, ayah dan anak tersebut semakin serius menghadirkan warna baru bagi musik anak Indonesia lewat proyek Di Atas Rata-rata (DARR).

DARR merupakan proyek idealis yang benar-benar mengedepankan kualitas musikalitas anak. Dalam dua edisi DARR, Erwin Gutawa dan Gita Gutawa turun langsung melakukan proses audisi, pengkarakteran, konsep musik, pemilihan lagu, hingga rekaman.

Kali ini, keduanya resmi memprakarsai peluncuran album terbaru bertajuk Musik Anak Di Atas Rata-rata. Album itu diisi oleh anak-anak yang sebelumnya bergabung di DARR.

“Album ini bertujuan untuk menginspirasi anak-anak agar tergerak untuk berkarya, khususnya bernyanyi. Juga meningkatkan apresiasi terhadap musik Indonesia, khususnya lagu anak,” jelas Erwin Gutawa.

“DARR dekat banget di hati aku, seperti kakak, selalu bangga sama mereka. Album persembahan aku sama papa buat anak Indonesia,” sambung Gita Gutawa.

Album Musik Anak Di Atas Rata-rata terdiri dari 11 lagu. Single pertama yang diperkenalkan yakni berjudul Never Grow Up. Lagu dua bahasa itu dinyanyikan Lyodra dari DARR angkatan 1.

Selain lagu itu, album Musik Anak Di Atas Rata-rata juga diisi beberapa lagu baru. Yakni, Rafi Sudirman dengan lagu Aku Suka Hari Ini, Duo OlivOla dengan lagu Selamat Ulang Tahun, Shaquilla dengan lagu Abrakadabra, lagu Jangan Remehkan dari DARR 1, lagu Walangkekek dari Woro, lagu Bersama dari DARR 2, dan lainnya.

(ded/JPC/pojoksulsel)



loading...

Feeds