Dimas Kanjeng Divonis Pekan Depan, Ini Reaksi Pengikutnya

Dimas Kanjeng saat dibawa polisi.

Dimas Kanjeng saat dibawa polisi.

DIMAS Kanjeng Taat Pribadi telah dituntut dengan hukuman pidana selama seumur hidup. Majelis hakim menjadwalkan membacakan vonisnya, Selasa (1/8/2017) mendatang. Namun, sejumlah pengikutnya tetap yakin terdakwa kasus pembunuhan itu tak bersalah.

Menjelang persidangan dengan agenda pembacaan putusan terhadap Dimas Kanjeng ini memang menjadi perhatian sejumlah pihak. Terutama, jajaran kepolisian. Jumat (28/7), Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin mendatangi Padepokan Dimas Kanjeng di Desa Wangkal, Kecamatan Gading.

Tujuannya, memastikan perkiraan para pengikut yang akan datang ke Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan. Namun, pengikut padepokan memastikan tidak akan ada pengerahan massa saat sidang putusan Selasa (1/8).

Kapolres Arman ditemui sejumlah pengikut padepokan. Termasuk, empat pengikut yang dituakan. Di antaranya, ada Dodik Setyo Purwono, M. Taufik Herly, Marzuki, dan Narto.

Taufik mengatakan, menjelang sidang putusan terhadap Dimas Kanjeng, tidak ada pengerahan massa. Dalam persidangan sebelumnya, para pengikut hadir atas keinginan sendiri untuk memberikan dukungan. Serta, karena mereka yakin terdakwa tidak bersalah.

“Kami tetap berkeyakinan guru kami tidak bersalah dan berharap divonis bebas. Tapi, kami juga taat pada hukum. Jadi, akan menerima apapun putusan sidang,” katanya.

Pernyataan Taufik, diamini oleh Dodik. Menurutnya, sejauh ini para pengikut padepokan tetap berkeyakinan terdakwa tidak bersalah. Selain itu, apapun putusan pengadilan, pihaknya masih berkeinginan tinggal di padepokan.

“Tapi, soal apakah harus meninggalkan atau tetap di padepokan, tunggu dari petunjuk Ketua Umum (Marwah Daud) dan Guru Besar (Taat Pribadi),” ujarnya.

Sedangkan, Arman mengatakan, sidang kasus pembunuhan dengan terdakwa Dimas Kanjeng sudah memasuki agenda pembacaan putusan. Karenanya, pihaknya berusaha memastikan para pengikut yang akan hadir di PN Kraksaan.

Hasilnya, jumlah pengikut yang akan hadir di PN diperkirakan seperti sidang-sidang sebelumnya. Tapi, pihaknya akan tetap menambah personel pengamanan.

“Nanti akan mengerahkan personel pengamanan sekitar 200 personel. Ditambah tambahan personel dari TNI,” ujarnya. Usai pembacaan putusan, pihaknya berharap para pengikut meninggalkan padepokan. “Soal itu, nanti kami bicarakan lagi dengan empat pengikut yang dituakan,” ujarnya.

(br/mas/mie/JPR/pojoksulsel)



loading...

Feeds