Menakar Pertarungan 3 Wija To Luwu di Pilgub Sulsel 2018. Aziz, Cakka, Aliyah?

Ilustrasi Pilgub Sulsel 2018

Ilustrasi Pilgub Sulsel 2018

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Pertarungan politik Sulsel sudah hampir bisa dipastikan akan menghadirkan 3 nama tokoh sebagai representasi wija to Luwu (Luwu Raya) di Pilgub Sulsel 2018. 3 wija to Luwu itu masing-masing anggota DPD RI Abd Aziz Qahhar Mudzakkar (Aziz), Bupati Luwu Andi Mudzakkar (Cakka), dan anggota DPR RI Aliyah Mustika Ilham.

Ketiganya akan bertarung di Pilgub Sulsel sebagai wakil Gubernur. Aziz Qahhar Mudzakkar yang sudah dipastikan berpaket dengan Plt Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel HAM Nurdin Halid sebagai bakal calon gubernur sulsel, Cakka yang kemungkinan besar berpasangan dengan mantan Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo (IYL).

Terakhir, Aliyah Mustika yang merupakan istri dari mantan Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, yang santer disebut sudah bersepakat dengan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang untuk maju di Pilgub Sulsel 2018.

Sekitar 1 juta pemilih di Luwu Raya dari 4 kabupaten/kota (Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Palopo) akan diperebutkan 3 orang tokoh itu. Siapa yang paling berpeluang memenangkan pertarungan di Luwu Raya?

Dewan Pendiri Epicentrum Politica Asra berpendapat, jika Aziz lebih berpotensi mendominasi di wilayah Luwu Raya dibandingkan Cakka dan Aliyah.

“Kalau kita timbang dalam konteks individu, saya kira masih Azis,” jelas Asra kepada pojoksulsel.com, Makassar, Jumat (28/7/2017).

Hal itu dikarenakan, kata Asra, Aziz punya loyalis yang kuat di wilayah Luwu Raya ditambah lagi pengalaman politik di Sulsel, tentu Aziz lebih paham soal Pilgub Sulsel.

“Beliau punya loyalis dan lebih lama berproses di gelangggang pertarungan politik,” jelas pakar politik Epucentrum Politica ini.

Hal senada juga diungkapkan oleh, Pakar Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Firdaus Muhammad. Firdaus Muhammad mengatakan, Aziz lah yang kemudian punya potensi mendominasi pertarungan Wija To Luwu itu. Tentunya dengan bekal ketokohannya Aziz di Luwu Raya.

“Azis lebih populer,” jawab Firdaus Muhammad yang juga dosen Komunikasi Politik UIN Makassar.

Namun dengan hadirnya Cakka dan Aliyah di Pilgub Sulsel ini, Firdaus mengatakan, bekal ketokohan saja tidak cuku. “Tapi dengan majunya wija Luwu yang lain. Akibatnya mereka saling beririsan sehingga sangat tergantung pada kekuatan politik masing-masing. Jadi ketokohan saja tidak memadai dan bukan garansi,” tegas Firdaus Muhammad.



loading...

Feeds