Diduga Gabung ke Punggawa, Rahmansyah Dicopot: NH: Kami Tak Butuh Papan Nama

Plt Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel HAM Nurdin Halid | POJOKSULSEL - GUNAWAN SONGKI

Plt Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel HAM Nurdin Halid | POJOKSULSEL - GUNAWAN SONGKI

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Tensi politik jelang Pilgub Sulsel 2018 kian panas. Termasuk Partai Golkar Sulsel yang memaksimalkan semua potensi dalam struktur organisasi. Akibatnya, mereka yang dinilai tak produktif pun harus “dilengserkan” dari struktur.

Termasuk salah satu kader Golkar yang merupakan anggota DPRD Sulsel Rahmansyah. Nama Rahmansyah sudah tidak ada dalam struktur pengurus DPD I Partai Golkar Sulsel.

Kenapa? Santer beredar isu jika Rahmansyah dicopot karena mendukung atau berada dalam barisan kandidat lain di Pilgub Sulsel 2018. Rahmansyah diduga mendukung Punggawa, tagline mantan Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo (IYL).

Sebaliknya, mantan Ketua DPRD Gowa Rahmansyah justru tak mendukung Plt Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel HAM Nurdin Halid (NH) bersama Aziz Qahhar Mudazakkar (NH-Aziz) yang sudah mendapat rekomendasi DPP Golkar di Pilgub Sulsel.

Isu pencopotan Rahmansyah dari struktur Golkar Sulsel yang dihubungkan dengan panasnya Pilgub Sulsel, mengingatkan pada pemecatan Andi Mudzakkar (Cakka) sebagai ketua DPD II Golkar Luwu karena brgabung dengan IYL.

Hanya saja, saat dikonfirmasi, NH, yang juga merupakan ketua harian DPP Partai Golkar tak menjawab secara tegas alasan pencopotan Rahmansyah. NH menegaskan bahwa dalam menjalankan kerja-kerja organisasi, Partai Golkar membutuhkan orang yang menjaga marwah organisasi.

Bahkan, NH dengan tegas mengatakan, dirinya tidak butuh orang yang hanya sekadar memasang papan nama di struktur organisasi, namun tak pernah menjalankan tugas produktif kepartaian.

“Kita tidak butuh hanya papan nama, tapi tidak melalukan kegiatan-kegiatn produktif. Mungkin ada hal-hal yang mencederai dari pada kewibawaan partai, marwah partai makanya kita kosongkan namanya (Rahmansyah),” jelas NH usai mengembalikan formulir pendaftaran Calon Gubernur di PKPI, Jalan Abdurahman Basalamah, Makassar, Jumat (28/7/2017).

NH juga mengungkapkan, pencopotan Rahmansyah dari struktur pengurus Golkar Sulsel tidak ada hubungannya dengan Pilgub Sulsel. Kata NH, hal itu terkait penegakan disiplin organisasi.

NH menuturkan bahwa sebelum pengosongan nama Rahmansyah dari struktur Golkar, telah dilakukan sebelumnya evaluasi dari koordinator masing bidang terkait jalannya organisasi.

“Ya karena kita harus menegakkan disiplin, berbagai kesempatan itu wilayat para korbit kepartaian. karena kita memberhentikan orang itu tidak sembarangan, harus ada evaluasi dan ada usulan dari tiap korbid kepartaian, sehingga ia diberhentikan demi efektifitas dan efisiensi kepartaian,” jelas NH.

(gunawan songki/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Indonesia Vs Vietnam: Laga Krusial

KALAU timnas Indonesia U-22 ingin lolos ke semifinal, kuncinya adalah memangangkan pertandingan Selasa malam ini (22/8). Tim berjuluk Garuda Muda …