Ini 6 Keuntungan Kalau Indonesia Terapkan Redenominasi

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Pemerintah saat ini mulai membahas tentang penerapan redenominasi.

Bila rencana tersebut mulus, redenominasi bisa diberlakukan penuh pada 2030.

Rencana tersebut terungkap saat Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D.W. Martowardojo menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (25/7/2017) lalu. Pertemuan ini untuk membahas rencana redenominasi.

Redenominasi atau penyederhanaan nilai rupiah menuai dukungan dari banyak kalangan. Kali ini datang dari pelaku usaha, termasuk importer dan eksporter.

Berikut sejumlah keuntungan redenominasi:

1. Transaksi lebih sederhana

Secara bisnis, redenominasi dengan memangkas angka nol memang membuat pencatatan transaksi perdagangan lebih sederhana. Dengan alasan itu, importer memberikan dukungan.

“Itu kan program lama, kita dukung,” ujar Ketua Badan Pengurus Pusat Gabungan Importer Nasional Seluruh Indonesia (Ginsi) Anton Sihombing kemarin (26/7).

Anton menjelaskan, tahapan redenominasi harus dilakukan dengan hati-hati dan mengutamakan kepentingan publik maupun pelaku usaha.

Sebab, sebagai importer tentunya memiliki mitra bisnis dan banyak melakukan transaksi menggunakan mata uang dolar maupun rupiah.

Karena itu, diperlukan pemahaman menyeluruh tentang redenominasi. “Yang penting jangan dadakan, harus cukup sosialisasi,” katanya.

2. Memperkuat stabilitas rupiah.

Menurut Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno, kebijakan redenominasi sebenarnya tidak memiliki dampak signifikan bagi eksporter.



loading...

Feeds