GILA! Lihat Tumpukan Uang Terpidana Korupsi Lahan Bandara Hasanuddin

Terpidana kasus pembebasan lahan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sitti Rabiah, mengembalikan uang kerugian negara atas kasus pembebasan lahan perluasan bandara sebesar Rp1,3 miliar ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros, Rabu (29/7/2017). | POJOKSULSEL - ADNAN MUTHALIB

Terpidana kasus pembebasan lahan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sitti Rabiah, mengembalikan uang kerugian negara atas kasus pembebasan lahan perluasan bandara sebesar Rp1,3 miliar ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros, Rabu (29/7/2017). | POJOKSULSEL - ADNAN MUTHALIB

POJOKSULSEL.com MAROS – Terpidana kasus pembebasan lahan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sitti Rabiah, mengembalikan uang kerugian negara atas kasus pembebasan lahan perluasan bandara sebesar Rp1,3 miliar ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros, Rabu (29/7/2017).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Maros Eko Suwaeni mengatakan, terpidana Sitti Rabiah telah mengembalikan uang kerugian negara yang di wakili oleh kerabatnya, dan disaksikan beberapa orang dari pihak Jaksa dan Perbankan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Dia menuturkan, selain mengembalikan uang kerugian negara sebesar Rp 1,3miliar, terpidana Sitti Rabiah juga telah membayar denda Rp 200 juta.

“Yang bersangkutan telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp1,3 miliar sekaligus memembayar dendanya sebesar Rp200 juta,” jelasnya kepada wartawan usai penyerahan.

Mantan Kejari Sleman Jogyakarta ini menambahkan, Sitti Rabiah secara sah terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi turut serta melakukan perbuatan secara hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain yang dapat merugikan negara.

“Dia dijerat dengan pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan undang-undang no 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi jo pasal 55 ayat 1 KUHP, ” ungkapnya.

Pada kasus tersebut, Sitti Rabiah divonis 7 tahun 3 bulan penjara serta membayar dendan dan subsider enam bulam kurungan. “Kasusnya sudah inkrah saat sidang 15 juni 2017 lalu di pengadilan tindak pidana Korupsi Makassar,” tutupnya. Selain Sitti Rabiah, terdapat juga Camat Mandai, Mahmud Usman, Kepala desa, Alm. Raba Nur serta sejumlah pejabat Badan Pertanahan Negara (BPN) Maros.

Sementara itu terkait lokasi tahanan Sitti Rabiah, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Agung Riyadi menuturkan, yang bersangkutan bisa saja meminta ke Kemenkumham untuk dipindahkan lokasi tahanannya di Lapas Klas II A Maros. Mengingat tempat tinggalnya di Kabupaten Maros.

(adnan muthalib/pojoksulsel)



loading...

Feeds

All England 2017, bulu tangkis, bulutangkis, pasangan owi butet, owi butet gagal di All England 2017, wakil indonesia di All England 2017

Owi/Butet Sukses “Ganyang” Malaysia

POJOKSULSEL.com, DUBAI – Pasangan Indonesia Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir memastikan satu tiket semifinal Dubai World Superseries Finals 2017. Keberhasilan …