Bisnis Ilegal di Makassar, WNA Asal China Ditangkap

Kepala Divisi Keimigrasian Ramli HS memberi keterangan kepada wartawan terkait penangkapan dua WNA ilegal asal China yang ditangkap di Makassar. | POJOKSULSEL - ISLAMUDDIN DINI

Kepala Divisi Keimigrasian Ramli HS memberi keterangan kepada wartawan terkait penangkapan dua WNA ilegal asal China yang ditangkap di Makassar. | POJOKSULSEL - ISLAMUDDIN DINI

POJOKSULSEL MAKASSAR – Dua warga negara asing asal China ditangkap petugas Kantor Imigrasi Kelas 1 Makassar. Keduanya ditangkap pada 18 Juli 2017, di Jalan Veteran, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Keberadaan mereka di Makassar terhitung sejak Mei 2017. Mereka, tiba di Indonesia menggunakan visa tinggal terbatas, 22 September 2016 di Bandara Soekarno Hatta.

Kepala Divisi Keimigrasian, Ramli HS megatakan, 2 orang tersebut adalah suami istri dan satu anaknya. Suaminya Yu Weiuo (47) dan Xing Yiping (46) serta anaknya XZ (3). “Jadi tiga orang warga negara asing. Keduanya ditangkap karena melakukan bisnis ilegal,” katanya.

Ramli menjelaskan, mereka memang punya izin tinggal resmi, yakni izin tinggal terbatas yang diterbitkan Imigrasi Jakarta Utara. Keberadaan mereka di Indonesia sebagai tenaga kerja asing, disponsori oleh PT Wanfa Treding Indonesia.

“Perusahaan sponsor itu fiktif, kantor alamatnya tidak ada. Kami sudah datangi, ternyata tidak ada yang bertanggung jawab,” kata Ramli.

Di Makassar, WNA asal Cina ini menyewa ruko dan membuka toko di Jalan Veteran Utara No 129 B. “Aktivitas, melakukan kegiatan bisnis menjual alat rumah tangga,” jelas Ramli.

“Dengan dasar ini, Imigrasi melakukan tindakan, dan terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan dan yang bersangkutan mengakuinya. Berdasarkan kegiatan ini, tentu sudah melakukan pelanggaran,” kata Ramli.

Mereka memang menunjukan identitas dirinya. Namun, pada saat diminta, perizinan tinggal di Makasaar yang bersangkutan tidak bisa menunjukan. “Berdasarkan pada kenyataan ini, yang bersangkutan melaanggar pasal 71 UU No 6 Junto pasal 16 tahun 2011,” kata Ramli.

“Sesuai ketentuan itu, mereka diancam pidana paling lama 3 tahun atau denda paling banyak 25 Juta. Kita sementara lakukan proses penyidikan,” ungkap Ramli.

Dengan tertangkapnya dua WNA ini, pihak Kantor Imigrasi Makassar memgimbau masyarakat, jika menemukan orang asing yang diduga melakukan pelanggaran agar dilaporkan ke imigrasi.

“Bukan hanya dua orang saja, tidak menutup kemungkinan ada di daerah lain,” kata Ramli.

(islamuddin dini/pojoksulsel)



loading...

Feeds

All England 2017, bulu tangkis, bulutangkis, pasangan owi butet, owi butet gagal di All England 2017, wakil indonesia di All England 2017

Owi/Butet Sukses “Ganyang” Malaysia

POJOKSULSEL.com, DUBAI – Pasangan Indonesia Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir memastikan satu tiket semifinal Dubai World Superseries Finals 2017. Keberhasilan …