Pilgub Sulsel Masih Cair, Faktor Historis Bisa Satukan RMS-Aliyah. Itu Kata AW Lho…

RMS-Aliyah Mustika

RMS-Aliyah Mustika

POJOKSULSEL.com, PALOPO – Dinamisasi politik jelang Pilgub Sulsel 2018 terus menggeliat. Usai kalah bersaing dengan Andi Mudzakkar (cakka) sebagai bakal calon wakil Ichsan Yasin Limpo, Ketua DPW Nasdem Sulsel H Rusdi Masse (RMS) pun menjadi perhatian. Bagaimana langkah politik RMS selanjutnya?

Pasalnya, kader Nasdem banyak yang menginkan RMS maju dalam pertarungan Pilgub Sulsel 2018. Apalagi dengan sosialisasi yang sudah dilakukan, termasuk pembentukan tim relawan di daerah.

Kondisi ini membuat konstalasi politik di Sulsel terus mengalami perubahan. Partai besutan Surya Paloh ini terus berupaya agar RMS bias terjun langsung dalam Pilgub Sulsel sebagai kontestan. Tak mengherankan jika pengamat politik pemerintahan Dr Arief Wicaksono (AW) mengatakan bahwa dengan dinamisnya politik NasDem berjuang keras akan mendorong kadernya dalam Pilgub Sulsel 2018.

Dari sekian banyak opsi yang ada, kemungkinan besar bisa terjadi adalah NasDem dan Demokrat akan menjalin komunikasi untuk mendorong Rusdi Masse-Aliyah Mustika. Diketahui Aliyah adalah kader Demokrfat Sulsel yang juga legislator DPR RI di Fraksi Demokrat. Satu lagi, Aliyah adalah istri mantan Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin (IAS) periode 2004-2014.

“Kenapa saya bilang ini lebih masuk akal karena ada latar belakang histori atau sejarah antara NasDem dengan Ilham Arief Sirajuddin. IAS adalah deklarator Nasdem saat masih ormas, jadi kemungkinan memang dapat terwujud pasangan RMS dan Aliyah Mustika Ilham,” ujar Arief Wicaksono, Rabu (26/72017).

Apalagi, lanjut Arief Wicaksono, NasDem dan Demokrat jika menyatu bisa mengusung satu paket kandidat. Karena Demokrat ada 11 kursi dan Nasdem (7). Artinya, jika berkoalisi akan menjadi 18 kursi.

“Jadi saya katakana disini bahwa politik sekarang masih sangat cair. Dan kemungkinan antara RMS dan Aliyah Mustika itu bias saja terjadi,” katanya.

Sekadar diketahui, restu dari Ilham Arief Sirajuddin kepada Sang Isteri Aliyah Mustika sudah ada. Hanya saja, Aliyah mengatakan, IAS hanya menginginkan jika Aliyah 02 alias cawagub, bukan cagub.

“Itu pesan Beliau (IAS) saya hanya direkomendasikan sebagai cawagub,” begitu kata Aliyah saat dalam sambutannya di acara halal bihalal Demokrat Sulsel di Hotel Four Point Makassar belum lama ini.

Aliyah menambahkan, IAS Bersama dirinya membangun jaringan yang sudah lama sejak 10 tahun ini. “Jaringan ini tidak diragukan lagi militansinya,” ucap Anggota DPR RI Fraksi Demokrat tersebut.

Bagaimana selanjutnya? Tentunya masih akan ada kelanjutan gerakan RMS selanjutnya di Pilgub Sulsel 2018. Selain Aliyah, juga beredar isu jika RMS akan dipasangkan dengan Nurdin Abdullah (NA) yang merupakan bupati Bantaeng. Isu penyatuan NA-RMS semakin mencuat dengan santernya isu DPP Nasdem memberikan restu ke NA untuk maju di Pilgub Sulsel.

Hanya saja, NA sejak awal sudah menetapkan pasangannya di Pilgub Sulsel 2018, yakni Tanribali Lamo. Nah, politik Pilgub Sulsel masih dinamis, semua masih akan berubah. Terasuk kandidat lain, yakni Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang yang akan maju di Pilgub Sulsel 2018.

Hingga saat ini, Agus AN belum menemukan pasangan dan memastikan partai pengusungnya. Isu yang beredar pula, Agus AN sudah melobi IAS agar bisa berpasangan dengan Aliyah dengan mengendarai Demokrat.

(bayu/pojoksulsel)



loading...

Feeds

pilgub dki jakarta, pilkada dki jakarta, pilgub jakarta, pilkada jakarta, sandiaga uno kritik ahok, pilkada jakarta sandiaga

Soal Reklamasi, Begini Jawab Tegas Wagub

POJOKSULSEL.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengungkap kesiapannya untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat terkait reklamasi di Teluk Jakarta. …