Digarap Bareskrim Polri, Eks Pimpinan KPK Bungkam

INT

INT

BARESKRIM Polri merampungkan pemeriksaan dua saksi kasus dugaan korupsi kasus penjualan aset Pertamina berupa tanah di kawasan Simprug, Jakarta Selatan. Saksi itu adalah Karen Agustiawan selaku mantan Direktur Utama Pertamina dan Waluyo mantan Direktur Umum Pertamina.

Keduanya diperiksa di Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim yang ada di Kuningan, Jakarta Selatan. Untuk Karen terlebih dahulu merampungkan pemeriksaan dan pergi secara diam-diam tanpa diketahui wartawan.

Sementara Waluyo yang juga mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pergi lewat pintu depan. Sempat ada aksi kejar-kejaran dengan wartawan karena dia enggan memberikan keterangan usai diperiksa sebagai saksi.

“Tanyakan ke penyidik saja,” kata dia bergegas seraya memegang sejumlah berkas yang dibawanya ketika diperiksa.

Dengan mobil Toyota Camry, Waluyo lantas pergi dari gedung Bareskrim. Dia diperiksa sebagai saksi atas mantan bawahannya dulu yakni Senior Vice President (SVP) Asset Management PT Pertamina, Gathot Harsono yang menjadi tersangka.

Sebelumnya, Kasubdit V Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Kombes Indarto mengatakan, hari ini ada dua saksi yang diperiksa. Keduanya yakni eks Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan.

“Termasuk juga Pak Waluyo mantan direktur umum, atasannya Gatot selaku tersangka. Pak Waluyo adalah mantan pimpinan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi),” kata dia, Selasa (25/7/2017).

Diketahui, penyidikan kasus dugaan korupsi pelepasan aset pertamina pada 2011 berupa tanah di kawasan Simprug, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan oleh Bareskrim Polri memunculkan nama tersangka. Dia adalah Senior Vice President (SVP) Asset Management PT Pertamina, Gathot Harsono.

Kombes Indarto menyebutkan, Gathot ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan gelar perkara pada 15 Juni 2017. “Kami tetapkan Gathot Harsono sebagai tersangka selaku SVP Asset management PT. Pertamina,” kata Indarto, Kamis (20/7).

Dia menerangkan, penyidik sudah memeriksa sebanyak 27 saksi termasuk dua saksi ahli atas perkara tersebut. Kemudian, pihaknya juga telah menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen penjualan tanah. “Kami juga sudah memperoleh Perhitungan Kerugian Negara dari Badan Pemeriksa Keuangan senilai Rp 40,9 milyar,” tambah dia.

Diketahui, kasus dugaan korupsi pelepasan aset pertamina ini terjadi pada 2011. Aset yang dilepas oleh Pertamina ini berupa tanah seluas 1088 meter persegi di kawasan Simpruk, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kasus ini dilidik pada Desember 2016 lalu. Kemudian penyidik menaikan status kasus ini ke penyidikan pada awal 2017.

(elf/JPC/pojoksulsel)



loading...

Feeds

selebriti indonesia, berita selebriti indonesia, pojokulsel.com, pojoksulsel, pojok sulsel, berita terkini selebriti, berita terkini, online makassar, berita online makassar, berita terkini opick, ayah opick meninggal dunia, ayah opick meninggal

Opick Digugat Cerai Sang Istri

POJOKSULSEL.com – Rumah tangga penyanyi lagu religi Opick dikabarkan tengah renggang. Apalagi, Opick dikabarkan digugat cerai oleh istrinya, Dian Rositaningrum. …
selebriti, Indadari Mindrayanti, penyakit langka istri caesar, caesar, penyakit istri caesar, penyakit langka Indadari Mindrayanti, Indadari Mindrayanti sakit

Benarkah Istri Caisar Keguguran?

POJOKSULSEL.com – Istri Caisar, Indadari, tengah ramai diperbincangkan warganet. Hal ini lantaran posting-annya di Instagram story yang mengunggah foto duren. …

Paskibraka Pakai Cadar Bikin Heboh

POJOKSULSEL.com, TASIKMALAYA – Media sosial dihebohkan dengan Paskibra Tasikmalaya memakai cadar saat upacara HUT ke-72 RI. Foto itu memperlihatkan semua …